Iman dan Gereja

Sampailah kita pada tema yang menurut saya sangat penting, yaitu “Iman dan Gereja” apalagi kenyataannya kita adalah anggota gereja (dalam hal ini anggota GKI Kelapa Cengkir). Menjadi anggota gereja tentunya tidak terjadi dengan sendirinya, harus ada sesuatu yang kita lakukan, setidak-tidaknya katekisasi dan sidi (kalau kita sudah baptis anak) / baptis dewasa (kalau kita belum baptis anak). Tapi katekisasi kemudian sidi atau baptis dewasa, tidak ada gunanya (karena itu hanya ritual, sekalipun sangat penting untuk menjadi anggota jemaat) kalau tidak didasarkan pada satu hal yang sangat penting, yaitu“Iman”. Karena itu kita memulai pembicaraan kita dengan mencoba mengerti terlebih dahulu tetang apa itu Iman.

IMAN

Iman didalam bahasa Ibrani disebut “he’ emin” yang berarti “mengamini” atau “mengiyakan” atau lebih sering “percaya” yang ditandai dengan ketaatan terhadap apa yang TUHAN nyatakan atau katakan (Kejadian 12:1-5; Kejadian 15:6). Dengan demikian dalam Perjanjian Lama, iman bukanlah sesuatu yang abstrak dan tidak kelihatan, melainkan sesuatu yang konkrit dan kelihatan. Abraham percaya dan melakukan apa yang dia percayai itu. Itulah juga yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Perjanjian Lama seperti misalnya Yakub, Musa dan para Hakim. Penulis surat Ibrani dalam Ibrani 11:1 mengatakan: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Nuh membuat bahtera karena dia percaya pada apa yang Allah telah sabdakan bahwa bencana air bah pasti akan terjadi walaupun tanda-tandanya belum kelihatan. Abraham pergi ketempat yang Allah perintahkan walau ia tidak tahu bagaimana keadaannya dan bagaimana kelak nasibnya. Salah satu unsur yang pentingdari iman adalah percaya sepenuhnya pada janji dan sabda Allah (yang tampak dalam ketaatan mereka) walau mereka belum melihat bukti dari janji dan sabda Allah itu. Bagi mereka sabda dan janji-janji Allah itu sudah merupakan bukti kebenaran. Di dalam Perjanjian Baru kalau kita membandingkan Efesus 3:17 dan Wahyu 3:20 maka jelaslah bagi kita bahwa iman adalah respon atau jawaban manusia akan sabda dan janji-janji Allah. Dengan membandingkan kedua ayat itu iman adalah tindakan manusia membuka pintu bagi ketukan yang dilakukan Yesus. Tapi jelas bagi kita bahwa tindakkan membuka pintu yang dilakukan oleh manusia adalah respon atau jawaban manusia karena adanya ketukan pintu yang Yesus lakukan. Itu berarti iman hanya dimungkinkan karena Allah dalam dan melalui Tuhan Yesus mengambil prakarsa menyelamatkan, tanpa prakarsa Allah menyelamatkan manusia, tidak ada iman. Karena itulah walaupun iman adalah respon manusia terhadap karya penyelamatan Allah, tetap dapat dikatakan bahwa iman adalah anugerah Allah. Selain itu iman adalah suatu tindakan. Ini seperti yang dikatakan oleh penulis surat Yakobus, dalam Yakobus 2:26 bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati dan bukan iman seperti ini yang akan menyelamatkan (Yakobus 2:14-26 bandingkan dengan Efesus 2:8).

GEREJA

Gereja nampaknya berasal dari kata Portugis “igreja” karena itu ada yang menulis “greja” bukan “gereja”. Menurut saya, “gereja” atau “greja” sama saja dan benar. Nampaknya kata ini juga berasal dari kata Yunani “kuriake” yang artinya adalah “menjadi milik Kristus”. Didalam Perjanjian Baru kita juga mengenal istilah “eklesia” yang sering diterjemahkan dengan gereja. “Eklesia” sendiri sebenarnya berasal dari kata “ek” yang artinya “keluar”, dan “kaleow” yang berarti “memanggil atau dipanggil”, jadi gereja adalah “orang-orang yang dipanggil keluar”. Tentu yang menjadi pertanyaan adalah dipanggil keluar dari mana dan untuk apa? Inilah mungkin saatnya kita menggabungkan kedua istilah itu. Gereja atau greja adalah “orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia ini, untuk menjadi suatu persekutuan, yaitu persekutuan orang-orang yang menjadi milik Kristus”. Didalam septuaginta (Perjanjian Lama yang ditulis dalam bahasa Yunani) yang ditulis dengan “eklesia” adalah kata “qahal” yaitu “umat Allah” (bandingkan dengan 1 Petrus 2:9)

Tuhan Yesus sendiri tidak permah berbicara gereja ini secara panjang lebar. Ia hanya satu kali berbicara tentang hal ini, ketika Ia mengatakan bahwa Petrus akan menjadi dasar dari gereja (Matius 16:18). Yang paling banyak berbicara tentang gereja adalah rasul Paulus melalui surat-suratnya. Menurutnya gereja adalah tubuh Kristus, dan Kristus adalah kepalanya. Dengan mengatakan gereja adalah tubuh Kristus, setidak-tidaknya menurut Paulus ada 2 hal yang harus gereja lakukan. Yakni hidup dalam persekutuan dengan Kristus (Kolose 2:19) dan melanjutkan karya-karyaNya (Efesus 4:15, 16).

MENJADI ANGGOTA GEREJA

Sampailah kita pada pertanyaan, bagaimanakah kita dapat menjadi anggota gereja / anggota jemaat ? Menurut Tata Gereja dan Tata Laksana kita (Tata Gereja dan Tata Laksana GKI) anggota gereja ada 2, yaitu anggota baptis (biasanya melalui baptisan anak) dan anggota Sidi (Anggota Dewasa, biasanya melalui Sidi kalau yang bersangkutan telah menerima baptisan anak, atau melalui baptis dewasa kalau yang bersangkutan belum menerima baptisan anak). Untuk menjadi anggota maka seseorang harus menerima baptis anak (anggota baptis), atau mengikuti katekisasi kemudian sidi (kalau sudah dibaptis anak), atau dibaptis dewasa (kalau belum dibaptis anak). Sekali-lagi harus ditekankan bahwa tanpa iman sia-sialah sidi atau baptisan itu. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah seorang anak (apalagi kalau anak itu masih bayi) dapat beriman? Jawabnya jelas, tidak. Orang tua yang membaptiskan anaknya itulah yang mempunyai kewajiban untuk mengajarkan dan member contoh bagaimana hidup beriman itu. Tentang sakaramen batis dan perjamuan kudus kelak akan dibicarakan.

Tentu saja ada perbedaan wewenang dan tanggung-jawab antara anggota baptis dan anggota sidi. Tapi yang jelas semua berkewajiban untuk ambil bagian dalam membangun tubuh Kristus itu, agar semua orang makin mengenal dan percaya kepada Kristus. Tanggung-jawab untuk membangun tubuh Kristus inilah (terutama iman yang menjadi pendorong utama) yang membedakan orang dari menjadi anggota gereja dengan menjadi anggota organisasi yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *