Nyanyian Jemaat dalam Ibadah

“Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur,  kedalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya.”

Mazmur 100:4

Inilah panggilan beribadah….. Ibadah yang diwarnai dengan nyanyian jemaat, diiringi perpaduan musik yang indah dan harmonis. Nyanyian adalah salah satu cara (di antara cara-cara yang lain) untuk menyampaikan isi hati jemaat kepada Tuhan, yang di imani hadir dalam persekutuan orang percaya (umatTuhan). Jemaat dapat mengungkapkan nyanyian penyembahan, nyanyian syukur, nyanyian sukacita, nyanyian ratapan, nyanyian dukacita, nyanyian permohonan, dan nyanyian pernyataan iman kepada Allah yang hidup. Betapa indahnya rumah Tuhan yang dipenuhi dengan nyanyian dan musik yang indah yang disampaikan dengan kesungguhan hati. Pernahkah atau sesering apakah kita menyanyikan pujian dengan hati yang tertuju kepada Tuhan sebagai pusat dari rangkaian ibadah kita, sehingga suasana ibadah sedemikian mulia dan mengharukan? Atau kita sudah terbiasa menyanyi sekadar mengucapkan kata-kata tanpa getaran hati?

Salomo telah menyelesaikan pembangunan Bait Allah yang sedemikian mengagumkan dan megah. Pada saat Bait Allah ditahbiskan, kemuliaan Allah hadir sebagai penyataan bahwa  Allah berkenan. Tabut Tuhan sebagai lambang kehadiran-Nya diletakkan di ruang Maha Kudus. Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh yang ditaruh Musa kedalamnya di gunungHoreb, ketika TUHAN mengikat perjanjian dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari Mesir. Kemudian para imam yang telah menguduskan diri, melayani ibadah ucapan syukur ini. Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri. Mereka menyanyikan puji-pujian syukur kepada Tuhan: “Sebab Ia baik!  Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” dan saat itulah rumah Tuhan penuh dengan kemuliaan-Nya. Suasana surgawi hadir dan memenuhi Bait Allah, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.

Musik juga memainkan peran besar dalam Alkitab. Allah menggunakan music untuk memanggil umat datang beribadah dan mengirim mereka pergi berperang, untuk menenangkan emosi yang kacau dan membangkitkan semangat rohani, untuk merayakan kemenangan dan meratapi kekalahan. Musik adalah bentuk seni yang tepat untuk segala keadaan dan siapa saja. Ada pengikut dan pemimpin, lagu yang sederhana dan yang rumit, alat musik yang mudah dimainkan dan yang sulit, melodi dan harmoni, irama cepat dan lambat, nada tinggi dan rendah.

Musik adalah kiasan indah yang menggambarkan gereja karena setiap orang ikut berperan serta dengan melakukan hal terbaik yang dapat mereka lakukan. Kita semua menyanyikan atau memainkan nada-nada yang berbeda pada waktu yang berbeda, tetapi kita semua mendendangkan lagu yang sama. Semakin baik kita mengetahui bagian kita dan semakin baik kita mengikuti pemimpin pujiannya, semakin indah juga musik yang dihasilkan.

 

Mazmur 150

1  Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!

2  Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

3  Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!

4  Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!

5  Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!

6  Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *