MATA IMAN #1807
Senin, 10 Maret 2025
Bacaan: Yunus 4:1-11
Nas: Bagaimana mungkin Aku tidak mengasihani Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang tidak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, beserta ternaknya yang banyak?” (Ayat 11 TB2-LAI)
KIRI, KANAN, DAN MISTERI ILAHI
Karena bertangan kidal, saya pernah diejek teman-teman sebagai “orang Niniwe yang tidak bisa membedakan kiri dan kanan.” Menjadi orang kidal di tengah dunia yang dirancang untuk memudahkan orang bertangan kanan, kadang memang membuat saya butuh waktu lebih untuk mengambil keputusan arah atau menentukan sisi kiri dan kanan dari segala sesuatu. Itu sebabnya, menjadi kidal pernah membuat saya merasa berbeda dan “salah.”
Dalam bacaan kita, Yunus marah karena TUHAN mengampuni Niniwe; tetapi TUHAN justru menunjukkan kasih-Nya yang besar bagi mereka yang dianggap “tidak tahu jalan yang benar.” Saya tersadar bahwa dalam hidup ini, kita sering kali terjebak dalam cara berpikir yang sempit—menganggap perbedaan sebagai kekurangan. Padahal, justru di titik balik ketika kita menyadari bahwa Allah bekerja dalam segala hal, kita dapat melihat kasih-Nya yang melampaui batas pemahaman kita.
Jika selama ini kita merasa sulit menerima rencana Allah yang tidak sesuai ekspektasi, saya mau bilang: Sama dong. Namun, seiring berjalannya waktu, saya justru menemukan makna lain dari semua itu—bahwa kadang-kadang, jalan yang berbeda bukanlah sebuah kesalahan, melainkan bagian dari rancangan Allah. Mari mengingat bahwa Allah tidak hanya mengasihi mereka yang sesuai dengan stereotip mayoritas, tetapi juga mereka yang sedang melangkah di jalan berbeda. (OLV)
—————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

