Selamat datang di GKI Kelapa Cengkir. Untuk informasi lengkap mengenai kegiatan gereja dalam pekan ini, silakan membaca warta jemaat edisi 26 Januari 2025 berikut ini:
KEKUATAN FIRMAN KEHIDUPAN
(Nehemia 8:1-10 ; Mazmur 19 ; 1 Korintus 12:12-31a ; Lukas 4:14-21)
Apa respons kita sebagai orang percaya jika ditanyakan, ”Seberapa penting firman Tuhan dalam hidup kita?” Jika kita mengatakan penting atau penting sekali, maka
• ”Berapa banyak ayat firman Tuhan yang muncul saat kita takut, cemas, menghadapi godaan, mengambil keputusan, atau setelah berbuat dosa?”
• ”Berapa kali dalam minggu ini kita sudah membaca Alkitab dan mentaati bagian firman-Nya, sehingga kita sungguh merasakan kuasa firman-Nya yang terus berbicara kepada kita dan menuntun tiap langkah kita?”
Ezra dan orang-orang Lewi menunjukkan apa yang seharusnya terjadi manakala Firman Allah diberitakan kepada umat-Nya. Banyak orang buangan yang kembali tidak paham lagi akan bahasa Ibrani karena bahasa mereka kini adalah bahasa Aram. Jadi, ketika naskah-naskah kitab suci berbahasa Ibrani dibacakan, sekelompok orang yang saleh menerjemahkannya ke dalam bahasa Aram lalu menjelaskan artinya sedemikian rupa, supaya orang banyak itu dapat mengerti dan menerapkannya dalam hidup mereka.
Dampaknya, umat itu bersukacita ”karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka” (Neh 8:13). Ketika umat itu mendengar dan memahami Firman Allah, mereka sangat menyadari dosa dan kesalahan mereka.
Daud memberikan kesaksian dari pengalaman hidupnya dalam bergaul dengan firman Tuhan (Mazmur 19) bahwa firman Tuhan itu:
• Sempurna – menyegarkan jiwa.
• Teguh – memberikan hikmat kepada yang tidak berpengertian.
• Benar – menyukakan hati.
• Murni- membuat mata bercahaya.
• Benar – adil semuanya.
• Lebih berharga daripada emas murni.
• Lebih manis dari madu tetesan sarang lebah.
Lukas menceritakan bagaimana Tuhan Yesus yang sudah menang melawan godaan Iblis dengan kuasa firman-Nya, kemudian Ia kembali ke Galilea untuk mengajarkan firman-Nya kepada banyak orang. Tuhan Yesus pun menghidupi firman Allah yang sudah dinubuatkan dari sejak zaman nabi-nabi, bahkan Ia sudah menggenapi apa yang difirmankan Allah (Lukas 4:14-21). Semua firman Allah adalah benar dan sempurna, karena Allah sendiri yang menepatinya.
Bagaimana kita bisa mengalami kuasa firman-Nya jika kita tidak bersungguh hati merenungkan dan menghidupi firman-Nya dalam keseharian kita?
(Ibu Elika Untari untuk Warta Jemaat 26 Januari 2025)
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat dan linktree dari GKI Kelapa Cengkir

