Selamat datang di GKI Kelapa Cengkir. Untuk informasi lengkap mengenai kegiatan gereja dalam pekan ini, silakan membaca warta jemaat edisi 17 November 2024 berikut ini:
SEGALA KEMEGAHAN AKAN RUNTUH
(Daniel 12:1-3; Mazmur 16 ; Ibrani 10:11-25; Markus 13:1-8)
Dunia memiliki banyak sisi cerita yang menarik untuk diselami. Salah satunya melalui penggambaran dari kemajuan sebuah kota lewat modernisasi arsitektur yang acapkali memberikan decak kagum akan keindahan dan kemegahan yang ditampilkan. Di lain sisi, banyak cerita yang memperlihatkan bagaimana kemegahan tersebut juga memiliki keburukan di dalamnya.
Berkaitan dengan kenyataan tersebut, renungan hari ini akan membahas mengenai peristiwa yang dibagi ke dalam dua latar percakapan, yaitu:
1) Di dalam gedung Bait Allah. Peristiwa “konfrontasi” Yesus dengan para petinggi Bait Allah dimulai dari pelataran Bait Allah. Saat itu, Yesus menunjukkan kemarahan-Nya atas sikap para imam kepala dan ahli-ahli Taurat sampai ke dalam Bait Allah. Ia juga membandingkan ahli Taurat dan janda miskin di ruang perbendaharaan Bait Allah. Gambaran tersebut ingin menampilkan tentang kerusakan moral spiritual para pemimpin Bait Allah sebagai panutan umat.
2) Di luar gedung Bait Allah. Kekaguman murid melihat bangunan Bait Allah yang indah dan megah. Kekaguman tersebut menggambarkan penghayatan umum orang-orang Israel pada waktu itu karena memang Herodes membangun Bait Allah sedemikian indah dan megah sebagai pendekatan sosial religius-politis untuk meredam dan menguasai orang-orang Yahudi yang keras kepala.
Latar belakang keduanya sama, yaitu Bait Allah dengan dua perspektif yang berbeda. Bait Allah yang terkesan kokoh dan megah dari bagian luar, ternyata banyak kebobrokan dan kerusakan di bagian dalamnya. Melalui renungan hari ini, Tuhan Yesus menyampaikan pesan bagi orang-orang percaya untuk tetap beriman kepada Kristus di tengah kondisi krisis dan bagaimana cara menghadapi kehancuran tersebut jika waktunya tiba. Mesias akan datang dan kemuliaan Allah akan dinyatakan dengan menyelamatkan orang-orang kudus yang bertahan dan setia kepada Allah. Tuhan menghendaki kita sebagai orang percaya untuk selalu waspada, tetap tenang dan tekun sehingga kita tidak tersesat pada pengajaran dari mesias-mesias palsu yang bermunculan.
Kita diminta untuk tetap hidup dalam kesetiaan beribadah dan bersekutu bersama di dalam Allah, juga umat-Nya.
(Pnt. Nathania Clarissa untuk Warta Jemaat 17 November 2024)
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat dan linktree dari GKI Kelapa Cengkir

