
Saudara-saudara yang kami kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus,
Apa Itu Ateisme?
Apakah sebenarnya ateisme itu? Ateisme adalah ajaran atau faham yang tidak mengakui adanya (keberadaan) Tuhan. Orang yang menganut faham ini, yaitu orang yang tidak percaya adanya Tuhan, disebut sebagai orang ateis.
Tokoh-Tokoh Pemikir Ateisme di Barat
Ateisme di Barat dikembangkan oleh banyak pemikir. Beberapa di antara mereka adalah:
Friedrich Nietzsche (1844–1900): mengajarkan bahwa Allah sudah mati dan manusia menjadi superior.
Ludwig Feuerbach (1804–1872): mengajarkan bahwa Allah adalah hasil pikiran atau ciptaan manusia belaka.
Sigmund Freud (1856–1939): mengajarkan bahwa Allah adalah hasil proyeksi religius atau ilusi manusia atas ketidakberdayaan manusia.
Karl Marx (1818–1883): menyatakan bahwa agama adalah candu bagi masyarakat; karena itu Tuhan tidak diperlukan.
Pandangan Alkitab tentang Orang Ateis
Bagaimana Firman Tuhan memandang orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan? Dalam Mazmur 53:1–7 mereka disebut sebagai orang yang bebal, busuk, menjijikkan, menyimpang, bejat, dan tidak ada yang berbuat baik (ayat 2, 4).
Mereka digambarkan melakukan kejahatan dan penindasan, seperti memakan habis roti umat Tuhan (ayat 5), dan pada akhirnya akan mengalami kekejutan besar karena Allah akan menolong umat-Nya (ayat 6–7).
Mengapa Seseorang Menjadi Ateis?
Orang bisa tidak percaya kepada Tuhan dan menjadi ateis karena beberapa sebab:
Karena ia memahami Tuhan hanya dengan akal dan pancainderanya, yang pada dasarnya terbatas.
Karena kecewa pada Tuhan, misalnya saat menderita dan doanya tidak dikabulkan.
Karena kehidupan keagamaan dianggap telah merosot, sehingga tidak lagi dianggap berguna.
Karena tidak mengenal Allah dengan baik dan benar, dan alasan-alasan lainnya.
Pernyataan Iman dan Sikap Gereja GKI
Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa Tuhan itu ada (Keluaran 20:2, Yohanes 13:3). Gereja kita, GKI, secara eksplisit menolak ateisme.
GKI memberitakan adanya Allah yang menyelamatkan melalui karya-Nya di sepanjang sejarah (Mukadimah dari Tata Gereja GKI, h. 5).
GKI juga menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat dunia, sumber kebenaran dan hidup (Tata Dasar Tata Gereja GKI, 3.1.a).
Menjaga Iman dan Melindungi Generasi Berikutnya
Agar kita tidak jatuh menjadi ateis, kita harus hidup setiap saat bersama Tuhan. Tuhan tidak hanya kita pahami dan mengerti, tetapi juga kita alami dan rasakan kehadiran-Nya.
Agar anak-anak kita tetap percaya kepada-Nya—terutama jika mereka belajar di luar negeri—didiklah mereka untuk hidup dan mengasihi Tuhan. Serahkanlah anak-anak kita kepada Tuhan, sembari memohon perlindungan dan penyertaan-Nya.
Penutup: Hidup Dekat dengan Allah
Jika kita sungguh percaya bahwa Allah itu ada, marilah kita hidup dekat dengan Dia. Didiklah anak-anak kita sejak kecil untuk menjadi anak Tuhan yang setia.
Semoga Tuhan menolong kita. Amin.
Ditulis oleh Pdt. Em. Daniel Susanto

