Penelusuran Etimologis: Asal-Usul Istilah “Eros”
Kata EROS berasal dari bahasa Yunani, yang bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia ialah “kasih asmara antara pria dan wanita yang tertarik secara fisik satu sama lain sehingga memunculkan perasaan gairah dan nafsu serta birahi.” Dalam mitologi Yunani, Eros adalah Dewa Cinta yang digambarkan sebagai sosok anak kecil yang memegang busur dan anak panah cinta. Ketika anak panah mengenai tubuh seseorang, maka orang tersebut akan mengalami jatuh cinta.
Eros: Satu dari Beberapa Jenis Kasih Eros menjadi jenis kasih yang muncul karena ada perasaan yang melibatkan keterkaitan jiwa untuk menginginkan dan memiliki. Kasih Eros menggambarkan cinta kasih kepada lawan jenis. Bisa datang kapan saja dan di mana saja secara tiba-tiba dan tidak dapat direncanakan. Kasih Eros dalam iman Kristen perlu diperhatikan dan dijaga dalam hubungan suami istri.
Berasal dari Mana?
Kasih Eros berasal dari Tuhan hal ini bisa dari ayat yang berbunyi “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu…” (Kejadian 1:28b). Ayat ini merujuk kepada Allah yang memberikan berkat kepada Adam dan Hawa setelah menjadi pasangan yang sah dan diberkati dalam hubungan pernikahan yang sah. Pada mulanya Kasih Eros ini baik adanya, sebab Allah sendiri yang memberikannya. Kasih Eros bukan hal najis, tetapi, mirisnya banyak dosa yang muncul akibat dari Kasih Eros ini. Hal ini dikarenakan manusia menyalahgunakan prinsip Iman yang diberikan Allah.
Apa Tujuan Allah Menciptakan Kasih Eros?
Allah menciptakan manusia berpasangan. Oleh karena itu, Ia menciptakan Hawa yang diambil dari tulang rusuk Adam. Tujuannya adalah agar Hawa dapat membantu, mendampingi, serta memberikan pertolongan kepada Adam dalam memenuhi tugas di bumi. Setelah mereka resmi menjadi pasangan suami istri, maka Allah memberkati mereka memberikan Kasih Eros yang memang dikhususkan kepada pasangan suami istri dengan beranak cucu. Dalam Kidung Agung tertulis syair-syair cinta mempelai laki-laki dan mempelai perempuan (Kidung Agung 7:1–5)

Penyalahgunaan Kasih Eros dalam Alkitab
Daud menginginkan Batsyeba
Daud begitu diberkati oleh Tuhan dengan diberikan banyak kemenangan atas musuh-musuhnya. Di masa tuanya Daud melakukan kesalahan, ia tahu bahwa hal tersebut salah dan tidak benar dengan mengambil milik orang lain, yaitu menginginkan Batsyeba istri dari Uria prajuritnya sendiri (2 Samuel 11:4a). Dalam persoalan ini Daud telah melakukan beberapa dosa sekaligus dari munculnya Kisah Eros. Ia memanfaatkan posisinya sebagai raja, melakukan perencanaan pembunuhan, melakukan perzinahan, menginginkan istri orang lain dan tidak mengindahkan Kasih Eros dengan semestinya.
Amnon memperkosa Tamar, Adik Tirinya
Dosa yang bersumber dari Kasih Eros kedua ini juga berasal dari keluarga Daud. Amnon adalah putra sulung dari Daud dan ia mempunyai beberapa saudara tiri, salah satunya adalah Absalom yang mempunyai adik berparas cantik yaitu Tamar. Amnon jatuh cinta dengan Tamar dan membuat tipu daya dengan berpura-pura sakit agar Tamar mau mengunjunginya di kamar dan membuatkannya makanan (2 Samuel 13:14). Dari sana terjadilah pemerkosaan terhadap Tamar. Dosa dari adanya Kasih Eros membuat Amnon lupa diri akan status dan merencanakan hal keji demi menggapai keinginan gairahnya.
Salomo yang Memiliki Istri Seribu Orang
Dalam (1 Raja-raja 11:3–4) Salomo dikatakan mempunyai istri dari kaum bangsawan sebanyak 700 wanita dan 300 gundik. Wanita-wanita ini lebih menarik perhatian dan hatinya ketimbang Tuhan sendiri. Padahal, Allah sendiri telah melarang Salomo untuk mengambil istri dari bangsa lain karena mereka menyembah allah lain. Ia pun mulai meninggalkan Tuhan dan beralih menyembah berhala dan mendirikan altar-altar persembahan dan bukti pengorbanan bagi dewa bangsa lain, sehingga ia tidak seperti ayahnya—Daud yang melayani Tuhan dengan segenap hati. Kasih Eros mampu mengalihkan pikiran dan hati dari seorang raja sekalipun.
*****
Kasih yang Anugerahnya Dijalani dengan Benar
Kasih Eros diberikan oleh Tuhan bagi manusia yang selayaknya dinikmati oleh pasangan suami istri yang sudah diberkati Tuhan dan sah di mata-Nya. Allah sendiri telah memberikan berkat pertama-Nya kepada pasangan Adam dan Hawa. Sobat Cengkir harus menikmati hidup dengan istri ataupun suami dan mengasihinya seumur hidup (Pengkhotbah 9:9). Wujud dari mengasihi dapat dilakukan dengan dimulai dari hal-hal kecil yang membuat pasangan berbahagia.

