Mata Iman #809: MENGHAYATI PERJAMUAN KUDUS

MATA IMAN #809
Kamis, 16 Juni 2022 
 
Bacaan: 1 Korintus 11:23-29
Nas: dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” (Ayat 24-25)
 
MENGHAYATI PERJAMUAN KUDUS 
 
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, diperingati pada Kamis setelah Hari Trinitas Mahakudus yang dirayakan sepekan setelah Pentakosta. Ada perbedaan pemahaman dalam memaknai “Roti dan Anggur”. Gereja Katolik mengimaninya sebagai sakramen yang disebut Ekaristi, bahwa keduanya benar-benar menjelma menjadi Tubuh dan Darah Kristus, yang diistilahkan Transubstantio melalui proses konsekrasi dalam Doa Syukur Agung. Sedangkan gereja Lutheran memakai konsep Consubstantio yakni kehadiran keduanya secara bersamaan mewakili atau mengandung Tubuh dan Darah Kristus, namun tetap dalam wujud roti dan anggur. Kedua aliran meyakini bahwa perjamuan kudus adalah untuk mengenang Yesus seperti yang dikisahkan dalam perayaan Kamis Putih dan ayat nas renungan hari ini. 

Firman Tuhan mengajarkan agar kita memperlakukan Tubuh dan Darah-Nya dengan cara yang layak. Perjamuan kudus bukan hanya ritual jasmani, makan dan minum. Yang mendasar adalah kita mengimani pengorbanan dan kebangkitan Kristus. Kemudian dengan penuh rasa hormat dan syukur, setelah terlebih dahulu melakukan refleksi dan berdoa minta pengampunan dosa, kita ambil bagian dalam perayaan perjamuan kudus. 
 
Pada praktiknya, ada kalangan yang menggunakan hosti saja, ada yang memakai roti dan anggur sebenarnya, dan ada yang mengganti anggur dengan minuman lain, dengan mempertimbangkan aspek kesehatan hingga ekonomis. Yang menjadi esensi perjamuan kudus adalah perayaan syukur kepada Bapa, peringatan akan Kristus, dan panggilan Roh Kudus dalam persekutuan jemaat sebagai keluarga Allah.  Itulah makna dari perjamuan kudus yang kita lakukan. Setiap orang yang ambil bagian di dalamnya mempunyai tanggung jawab untuk semakin meneladani Tuhan Yesus Kristus. (YOD) 

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. (Yohanes 6:56)


Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *