Mata Iman #213: Dendam Kesumat

MATA IMAN #213

Ayat bacaan: Yunus 4: 1-11
Nas: Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknyalah aku marah sampai mati.”(ayat 9)

DENDAM KESUMAT

Dalam suatu momen di grup Whatsapp keluarga besar, terjadi keributan besar. Salah satu anggota keluarga memasukkan orang baru ke dalam grup, dan respons buruk terjadi. Salah satu orang bersuara, menyatakan ketidaksukaannya terhadap orang baru tersebut, bahkan menyatakan bahwa sampai mati pun tidak akan mengampuni perbuatan dari keluarga orang baru tersebut.

Kisah hidup Yunus, nabi yang diutus Allah untuk menyuarakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe juga diwarnai oleh sebuah dendam. Bangsa Asyur, di mana orang-orang Niniwe merupakan bagian di dalamnya, merupakan bangsa yang kejam dan memiliki sejarah yang buruk dengan kerajaan Israel Utara. Bangsa Asyur dan mungkin beberapa orang Niniwe, pernah turut andil dalam kehancuran lingkungan nabi Yunus berasal.

Dengan alasan dendam, sangat mungkin nabi Yunus sempat melarikan diri dari tugas yang Allah beri. Ketika ia menyampaikan hukuman yang Allah akan beri dan orang Niniwe merespons dengan pertobatan, nabi Yunus pun masih berjuang untuk melepaskan dendamnya.

Memang tidak dijelaskan akhir dari perasaan nabi Yunus. Mungkin hal ini juga menjadi pertanyaan reflektif bagi kita. Akankah kita akan memegang dendam hingga kita mati, atau memberi pengampunan, seperti yang Allah telah berikan bagi kita? (AS)

Lepaskanlah dendam selama hidup, dan genggamlah cinta hingga maut bersambut.

———————-
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *