Mata Iman #2118: Jonah Complex

MATA IMAN #2118
Kamis, 15 Januari 2026

Bacaan: Yunus 1
Nas: Tetapi, Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. (Ayat 3a)

JONAH COMPLEX

Istilah Jonah Complex dipakai Abraham Maslow, dalam bukunya, Toward a Psychology of Being, untuk menggambarkan ketakutan manusia terhadap potensi terbaiknya sendiri. Hal ini ibarat teori bayangan dari Aktualisasi Diri yang mendorong pertumbuhan dan pemenuhan potensi. Tokoh Yunus dipakai sebagai contoh karena ia bukan gagal secara kemampuan, bahkan akhirnya berhasil mengajak bangsa Niniwe bertobat. Begitulah paradoks manusia: ada yang takut gagal, tetapi ada pula yang enggan berhasil karena lebih suka zona nyaman atau motif lain.

Yunus kabur ke Tarsis, berjarak sekitar 4000 Km dari Niniwe. Beberapa tafsir menyebut Yunus enggan menjangkau bangsa lain yang dianggap tidak layak mengenal TUHAN. Yunus pun mengerti sifat TUHAN yang pengasih dan penyayang, sehingga bangsa Niniwe akan diampuni jika bertobat (Yunus 4:2). Masalah Yunus bukan ketidaksanggupan, melainkan penolakan, ketidakpedulian, dan lebih suka diutus untuk bangsa sendiri, ogah pergi terlalu jauh.

Mengintegrasikan aktualisasi diri dengan iman berarti mau merespons panggilan Allah yang telah memberikan kita potensi dan talenta. Langkah praktisnya adalah mulai dengan ketaatan, menyadari kelebihan dan kelemahan, berani memulai, dan mempercayakan proses serta hasilnya kepada Allah. Yunus menjadi penyampai pesan pertobatan, dan ia sendiri pun bertobat. Allah tidak hanya memanggil dan menariknya kembali ketika kabur, tetapi juga menyertai Yunus, hingga rencana-Nya berhasil, sekaligus menyadarkan bahwa semua orang perlu bertobat. Bagaimana dengan panggilan Allah dalam hidupmu? (YOD)

KETAKUTAN TERDALAM KITA BUKANLAH BAHWA KITA TIDAK SANGGUP. KETAKUTAN TERDALAM KITA ADALAH BAHWA KITA SEBENARNYA PUNYA KEMAMPUAN YANG MELAMPAUI UKURAN PIKIRAN KITA. (Marianne Williamson, seorang penulis tema motivasi dan spiritual, dari bukunya A Return to Love, 1992)

==

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat. (Yunus 2:10)

Lukisan karya Pieter Lastman, Jonah and the Whale (1621)

Momen titik balik, setelah Yunus kabur dan menyadari kesalahannya, Yunus keluar dari mulut ikan dalam keadaan nyaris telanjang dengan gestur kedua tangan terangkat, yang menyiratkan keadaan seperti baru terlahir kembali, dengan ekspresi penyerahan diri, dan mulai untuk taat melakukan kehendak Tuhan.

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *