MATA IMAN #2067
Selasa, 25 November 2025
Bacaan: Matius 19:13-15
Nas: Ia meletakkan tangan-Nya di atas mereka, lalu berangkat dari situ. (Ayat 15)
SALAH
Pernah bertemu dengan orang yang merasa melakukan hal yang benar padahal salah? Sudah salah malah ngotot dan menyalahkan orang lain. Jika akhirnya terbukti dia salah, yang dilakukan mungkin diam saja atau minta maaf.
Para murid merasa bahwa memarahi para orang tua yang membawa anak-anak kepada Yesus adalah sikap yang benar. Yesus sedang populer saat itu. Banyak orang yang mengikuti dan mendengarkan pengajaran-Nya. Ia juga harus berpindah dari satu kota ke kota lain. Tidak ada waktu untuk anak-anak. Membawa anak-anak kepada Yesus seperti membuang waktu Yesus yang sangat berharga. Melarang anak-anak menemui Yesus adalah sikap yang benar.
Yesus ternyata tidak setuju dengan apa yang dilakukan para murid. Ia menegur mereka, karena menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Nya. Yesus memberi waktu bagi anak-anak itu dan memberkati mereka. Bagi Yesus, anak-anak bukanlah pengganggu atau penghalang pekerjaan-Nya.
Sobat Cengkir, terkadang kita juga seperti para murid. Kita merasa sudah melakukan hal yang benar. Entahkah itu dalam kehidupan keluarga, dalam usaha atau pekerjaan, bahkan dalam pelayanan. Namun kita perlu bertanya pada diri sendiri, apa ukuran “benar” yang kita pakai? Apakah akal pikiran kita, norma masyarakat, nilai-nilai dunia atau kehendak Tuhan? Jangan sampai apa yang kita anggap “benar” ternyata salah di mata Tuhan karena tidak sesuai dengan kehendak-Nya. (RZA)
LAKUKANLAH YANG BENAR KARENA ITU SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

