MATA IMAN #2006
Kamis, 25 September 2025
Bacaan: Kejadian 2:18-20
Nas: TUHAN Allah berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan baginya penolong yang sepadan dengan dia.” (Ayat 18)
DIJADIKAN UNTUK HIDUP BERSAMA
Seorang teolog dari Jerman bernama Dietrich Bonhoeffer dalam buku Life Together menegaskan bahwa sesama adalah karunia yang memelihara iman. Ia menulis, “Orang Kristen memerlukan sesama karena hanya melalui sesama ia dapat mengenal Kristus yang hidup.” Relasi dengan sesama bukan sekadar kebutuhan sosial, melainkan jalan spiritual untuk mengalami kehadiran Allah yang menyatakan diri-Nya melalui orang lain.
Kata “sepadan” dalam teks Ibrani menekankan kesetaraan dan timbal balik. Relasi yang dikehendaki Allah tidak bersifat dominatif, tetapi saling melengkapi: dua pribadi yang bertemu bukan untuk meniadakan satu sama lain, melainkan untuk bertumbuh bersama dalam kasih. Dalam konteks yang lebih luas, ini menjadi dasar kerukunan sosial—kesadaran bahwa kita diciptakan untuk merawat dan menopang kehidupan bersama, melampaui sekat agama, suku, atau status.
Sobat Cengkir, Allah sejak semula menegaskan bahwa manusia tidak dapat hidup utuh di luar relasi. Hal itu mengingatkan kita kembali bahwa manusia tidak pernah diciptakan untuk berjalan sendiri. Relasi yang sejati adalah bagian dari rancangan Allah, cermin kasih-Nya yang menghendaki kebersamaan, bukan keterasingan. (ECO)
CHRIST STANDS BETWEEN ME AND OTHERS. I DARE NOT DESIRE DIRECT FELLOWSHIP WITH THEM. ONLY THROUGH HIM DO I REACH OTHERS. (Dietrich Bonhoeffer)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

