Mata Iman #1994: Marilah Kita Membangun Rumah

MATA IMAN #1994
Sabtu, 13 September 2025

Bacaan: Matius 25:31-46
Nas: Raja itu akan menjawab mereka: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Ayat 40)

MARILAH KITA MEMBANGUN RUMAH

Rumah, tentu memiliki makna yang beragam bagi setiap orang. Mungkin ada yang memiliki pengalaman pahit dengan orang tua; ada juga yang sayang. Mungkin ada yang sering bertengkar dengan saudaranya; ada juga yang saling dukung dengan aksi nyata dan doa. Mungkin ada juga rumah yang hanya diisi oleh keluarga inti; ada juga yang kerap menampung tamu yang belum terlalu dikenal, merawatnya bahkan seperti bagian dari rumah tersebut.

Dalam perumpamaan yang disampaikan Yesus, LAI memberikan judul perikop “Penghakiman Terakhir” tentu dengan suatu alasan. Hal yang kita bisa memaknai bersama adalah penghakiman bukan hanya bersifat hukuman, tetapi juga penghargaan yang Allah berikan ketika kita dapat mengasihi-Nya dengan mengasihi orang yang kita pandang hina.

Lagu “Marilah Kita Membangun Rumah” karya Marty Haugen mengajak kita untuk tetap merangkul orang-orang yang berbeda. Kita diajak menerima mereka yang hina dan tersisihkan, bahkan bersama-sama berkarya mengagungkan Allah. (AS)

ALL ARE WELCOME, ALL ARE WELCOME. ALL ARE WELCOME IN THIS PLACE. (Refrein lagu Let us build a house, karya Marty Haugen)

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *