MATA IMAN #1970
Rabu, 20 Agustus 2025
Bacaan: Matius 15:21-28
Nas: Lalu datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berteriak, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud! Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita. (Ayat 22)
KERENDAHAN HATI
Kita sering bersikap seperti tuan atau majikan. Dalam doa, bukannya mengucap syukur atau menganggungkan nama Tuhan atas berkat-berkat-Nya, kita justru lebih sering memerintah atau menyuruh Tuhan.
Kita datang kepada Tuhan dengan membawa berbagai permohonan. Hal itu wajar dan tidak dilarang. Namun, pastikan bahwa sikap hati kita sudah tepat ketika meminta pertolongan-Nya. Ingatlah bahwa Tuhan bukan bawahan kita, tetapi Ia adalah Allah yang Mahabesar.
Dalam bacaan hari ini, seorang perempuan Kanaan memberikan keteladanan kepada kita. Ketika ia memohon kesembuhan bagi anak perempuannya yang kerasukan setan, Yesus justru mengatakan bahwa Ia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Israel. Namun, perempuan itu tidak tersinggung. Ia terus mendekat, menyembah, dan memohon pertolongan kepada Yesus.
Ketika Yesus menguji iman perempuan itu dengan seolah-olah menganggapnya seperti anjing, ternyata perempuan itu tidak marah. Ia tetap percaya bahwa kasih dan anugerah Allah juga diberikan kepada orang non Yahudi yang sering kali dipandang sebelah mata oleh orang Yahudi. Yesus pun memuji iman perempuan itu sekaligus menyembuhkan anaknya.
Sobat Cengkir, buanglah semua keangkuhan. Marilah kita senantiasa merendahkan hati di hadapan Allah dan sesama dalam setiap perkataan dan perbuatan kita. Janganlah sombong karena Allah mengasihi setiap orang tanpa pandang bulu. (PAT)
SETIAP ORANG YANG DATANG KEPADA YESUS DENGAN KERENDAHAN HATI TIDAK PERNAH KEMBALI DENGAN KEHAMPAAN.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

