MATA IMAN #2123
Selasa, 20 Januari 2026
Bacaan: 2 Korintus 12:1-10
Nas: Namun, jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” (Ayat 9a)
CUKUP
Orang lebih banyak merasa kurang ketimbang merasa cukup. Tidak ada kriteria puas dan cukup. Selalu kurang dan ingin lebih, karena ada kebanggaan jika lebih dari orang lain.
Rasul Paulus memiliki banyak kelebihan. Ia seorang Yahudi yang terdidik dengan baik, dihargai oleh imam besar dan mahkamah agama Yahudi. Setelah bertobat dan menjadi pengikut Yesus, ia menerima penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan dari Tuhan. Bahkan ia diangkat ke Firdaus dan mendengar kata-kata yang tidak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Namun, ada hal yang masih diinginkannya, yaitu terbebas dari satu hal yang ia sebut “duri dalam daging.” Duri dalam daging bisa berarti kelemahan fisik atau pencobaan secara rohani. Namun, jawaban Tuhan tegas, “Cukuplah anugerah-Ku bagimu.” Rasul Paulus menerimanya, sebagai cara agar ia tidak sombong dan memegahkan diri.
Sobat Cengkir, mari belajar dari Rasul Paulus. Dengarkanlah suara Tuhan yang berkata, “Cukuplah anugerah-Ku bagimu.” Milikilah rasa puas atas apa yang kita miliki saat ini. Jangan serakah. Hanya dengan demikian kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur kepada Tuhan. (RZA)
KU BERHARGA DI MATA-MU, TUHAN. ANUG’RAH-MU CUKUP BAGIKU.
(Penggalan lagu “Anugrah-Mu Mempesonaku)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

