MATA IMAN #2069
Kamis, 27 November 2025
Bacaan: Filipi 2:1-11
Nas: tanpa mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. (Ayat 3)
NUNCHI
Di Korea Selatan, terdapat kearifan lokal bernama Nunchi , sebuah seni menyelami pikiran dan perasaan orang lain demi membangun harmoni. Secara harfiah bermakna “mengukur dengan mata”, Nunchi mengajarkan kita untuk lebih peka, banyak mengobservasi, dan mendengar aktif, ketimbang sibuk menonjolkan diri sendiri dalam percakapan.
Semangat ini sangat selaras dengan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Ia mengingatkan bahwa sikap egois adalah ancaman nyata yang dapat mengoyak persekutuan. Kekuatan komunitas hanya bisa dicapai jika kita memiliki kerendahan hati seperti Kristus. Yesus memberikan teladan sempurna dengan rela mengosongkan diri menjadi hamba dan menganggap orang lain lebih utama dari diri-Nya sendiri.
Sobat Cengkir, memberikan perhatian yang tulus di zaman sekarang memang penuh tantangan. Sering kali, perhatian kita tercemar oleh rasa ingin tahu (kepo), keinginan menghakimi, atau sekadar kesombongan. Maka, mari kita belajar menyingkirkan ego. Kita dipanggil untuk peduli bukan demi kepuasan pribadi, melainkan rela berkorban perasaan demi menyukakan hati Allah dan membangun sesama. (NBA)
PEKALAH MEMBACA HATI, TULUSLAH TANPA MENGHAKIMI.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

