MATA IMAN #2054
Rabu, 12 November 2025
Bacaan: Kisah Para Rasul 7:9-14
Nas: Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke Tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta memberinya anugerah dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. (Ayat 9-10a)
IRI HATI
Hubungan AS dan Tiongkok pada saat ini sering disebut “Perang Dingin Baru.” Mengapa? Karena terjadi persaingan ekonomi dan perdagangan yang dipicu kebijakan tarif perdagangan yang tinggi oleh AS dan direspons dengan tarif balasan oleh Tiongkok. Juga terjadi persaingan lainnya di bidang teknologi khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi 5G yang dianggap krusial untuk masa depan.
Persaingan kedua negara tersebut menegaskan betapa buruk sifat iri hati karena setiap pihak membuka diri dan memelihara ketidaksenangan ketika melihat keberadaan, kelebihan, pengaruh, kedudukan dan keberhasilan pihak lain. Hati manusia memang rentan dengan iri hati.
Kakak-kakak Yusuf juga pernah iri hati terhadap Yusuf. Dampaknya, mereka tega menjual adik mereka tersebut sebagai budak. Namun, Allah setia menyertai Yusuf. Allah melepaskannya dari segala penindasan serta memberinya anugerah dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir.
Sobat Cengkir, waspadalah! Siapa pun bisa dihinggapi iri hati. Jangan sampai iri hati mengusai diri kita. Oleh karena itu, arahkanlah hati kepada Allah yang setia menyertai kita agar damai sejahtera-Nya tetap tinggal di hati kita. (PAT)
SEBAB, DI MANA ADA IRI HATI DAN MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI, DI SITU ADA KEKACAUAN DAN SEGALA MACAM PERBUATAN JAHAT. (Yakobus 3:16)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

