MATA IMAN #2037
Minggu, 26 Oktober 2025
Bacaan: Lukas 18:9-14
Nas: Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah sedangkan orang lain itu tidak. (Ayat 14a)
BERPULIH DALAM PENGAMPUNAN
Alkisah, ada orang yang mengira dapat menghindari dosa dengan mengurung diri di rumah. Ia merasa suci karena tidak bertemu siapa pun, namun lupa bahwa kesombongan rohanilah yang justru menjadi dosanya. Dosa yang paling halus dan berbahaya justru bersemayam dalam hati yang merasa diri paling benar.
Perumpamaan Yesus dalam bacaan pada hari ini dengan tegas membongkar jebakan ini. Orang Farisi yang berdoa dengan daftar prestasi rohaninya justru tidak dibenarkan. Sebaliknya, pemungut cukai yang berdiri jauh-jauh, menunduk, dan memukul dadanya sambil berkata, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini,” justru pulang sebagai orang yang dibenarkan di hadapan Allah. Bukan karena dosa-dosanya lebih ringan, tetapi karena hatinya yang remuk dan rendah di hadapan Tuhan.
Inilah inti relasi yang diinginkan Allah: sebuah hubungan yang dibangun di atas pengakuan jujur akan keberdosaan dan ketergantungan mutlak pada kasih karunia-Nya, bukan pada pencapaian diri sendiri.
Marilah kita dengan rendah hati datang kepada Tuhan. Akui segala dosa dan pelanggaran kita, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dalam hati. Hanya dengan pengakuan yang tulus, relasi kita dengan Allah dapat dipulihkan. Dari sanalah, kita akan dimampukan untuk membangun dan memulihkan relasi dalam keluarga dan persekutuan. Biarlah kerendahan hati si pemungut cukai menjadi cermin kita, agar kita senantiasa hidup dalam penyertaan dan pengampunan-Nya. (OLV)
YA ALLAHKU, DI CAH’YA-MU TERSINGKAP TIAP NODA. KAU LIHATLAH MANUSIA PENUH LUMURAN DOSA. (Kidung Jemaat 25 bait pertama)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

