MATA IMAN #2036
Sabtu, 25 Oktober 2025
Bacaan: Mazmur 42:1-6
Nas: Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. (Ayat 2)
LDR
Ada masa di mana jarak menjadi guru yang paling berpengaruh. Ia menguji makna rindu, menelanjangi kesabaran, dan memurnikan cinta dari kelekatan. Ada rindu yang tak bisa diobati oleh kata-kata, ada sunyi yang bahkan video call tak mampu isi.
Namun justru di situlah cinta diuji, kita belajar bahwa kehadiran tidak selalu berarti kedekatan, dan keheningan tidak selalu berarti ketiadaan.
Mazmur ini lahir dari jiwa yang haus di tengah keterasingan, menggambarkan kerinduan terdalam manusia. Kerinduan ini tidak hanya romantik, tetapi juga eksistensial. Ia menyentuh sisi terdalam diri kita yang selalu mencari kehadiran—entah dari seseorang yang jauh, atau dari Allah yang terasa diam.
Kerap kali kita pun menjalani semacam LDR rohani. Ada masa ketika doa terasa kering, pelayanan terasa hampa, membaca firman seperti membaca koran Minggu pagi. Tetapi seperti kata Henri Nouwen, “Ketidakhadiran Allah juga adalah bentuk kehadiran-Nya yang mengundang kita untuk percaya.” Dalam jarak, Tuhan sedang mengajar kita mencintai tanpa bukti, menantikan tanpa keputusasaan.
Mungkin iman memang adalah seni untuk mencintai dalam jarak, menyapa Tuhan di antara hening dan rindu, menjadi bentuk rindu yang tak pernah padam—kerinduan untuk terus menemukan Sang Kasih di tengah jarak dan waktu. (ECO)
DI ANTARA RINDU DAN SEPI, TUHAN SEDANG MENULIS BENTUK BARU DARI KEHADIRAN-NYA.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

