MATA IMAN #2018
Selasa, 7 Oktober 2025
Bacaan: Yohanes 10:22-30
Nas: Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. (Ayat 27)
GEMURUH RIUH
Suatu malam, listrik di rumah padam. Dalam gelap dan hening, saya menyalakan radio kecil milik nenek saya. Suaranya berisik di awal, hanya gemerisik dan dengung statis, sampai akhirnya terdengar jelas suara penyiar yang berkata lembut, “Selamat malam, para pendengar yang masih terjaga.” Entah mengapa, kalimat sederhana itu terasa hangat di telinga. Di tengah gelap, suara itu menjadi teman yang dekat.
Hidup sering kali seperti radio tua itu. Kita dikelilingi oleh begitu banyak suara. Iklan, ambisi, opini, dan tuntutan. Hati kita seperti radio yang terus berusaha menemukan frekuensi yang tepat, agar bisa menangkap suara yang benar di tengah gemuruh riuh dunia. Namun Yesus berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.” Suara-Nya mungkin tak selalu lantang, tetapi Ia berbicara kepada mereka yang mau diam dan menyetel hati pada-Nya.
Mendengar suara Tuhan sering kali tidak terjadi di momen spektakuler, tetapi di tengah momen yang sederhana, saat kita menenangkan diri setelah hari yang panjang, saat mendengarkan cerita seseorang, atau saat menolong tanpa menunggu balasan. Dalam hal-hal kecil itu, Tuhan berbicara.
Mungkin kita hanya perlu sedikit waktu untuk menurunkan volume dunia dan membiarkan hati kita menjadi penerima yang peka. Karena di antara gemuruh riuh dunia, Tuhan masih berbicara. (ECO)
DALAM GEMURUH RIUH DUNIA, KEHENINGAN ADALAH TANDA KITA MASIH MAMPU MENDENGARKAN TUHAN.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

