MATA IMAN #1977
Rabu, 27 Agustus 2025
Bacaan: 1 Samuel 18:6-30
Nas: Sejak hari itu Saul selalu dengki terhadap Daud. (Ayat 9)
BAHAYA IRI HATI
Iri hati sering muncul ketika kita membandingkan diri dengan orang lain. Kita merasa tidak dihargai, tidak lebih berhasil, atau tidak mendapat pengakuan seperti yang lain. Padahal, iri hati hanya merusak hati kita sendiri, mengaburkan mata rohani, dan menjauhkan kita dari sukacita.
Setelah Daud mengalahkan Goliat, bangsa Israel menyambutnya dengan sorak-sorai. Perempuan-perempuan Israel bernyanyi, “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berpuluh-puluh ribu.” Mendengar nyanyian itu, hati Saul dipenuhi iri. Ia mulai melihat Daud bukan sebagai rekan seperjuangan, melainkan sebagai ancaman. Dari sinilah iri hati Saul berkembang menjadi kebencian dan keinginan untuk menyingkirkan Daud. Kisah Saul menjadi peringatan bahwa iri hati yang tidak diatasi bisa menyeret seseorang kepada kejahatan yang lebih besar.
Sobat Cengkir, alih-alih membiarkan iri hati menguasai kita, marilah belajar bersyukur atas apa yang Tuhan percayakan. Setiap orang punya jalan dan peran yang berbeda. Dengan hati yang bersyukur, kita dapat bersukacita atas keberhasilan orang lain, dan tetap setia menjalani panggilan kita masing-masing. (FMO)
DAN JANGANLAH KITA GILA HORMAT, JANGANLAH KITA SALING MENANTANG DAN SALING MENDENGKI. (Galatia 5:26)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

