
Solus Christus atau Sola Kristus merupakan prinsip sola dari bahasa Latin yang artinya “Hanya Kristus”. Kristus menjadi dasar iman. Sebagai umat kristiani, kita memahami bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat, satu-satunya jalan kebenaran dan hidup. Bacaan: Yohanes 14:6. Bagaimana GKI memahami adanya Kristus sebagai pusat segala ciptaan?
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Seperti apa GKI menempatkan dasar iman?
Keutamaan Kristus: Firman dalam Alkitab
Bacaan kedua datang dari surat Paulus kepada jemaat di Korintus.
Kolose 1:15–20
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Yesus adalah Pencipta, maka Ia dilahirkan, bukan diciptakan. Paulus menegaskan bahwa Yesus adalah Pencipta segala sesuatu yang ada di bumi dan di sorga. Di dalam Dia ada kebangkitan. Jadi, yang dimaksud dengan “gambar Allah” ialah Allah sepenuhnya hadir, bukan hanya representasi. Makna penting dari ayat 20 adalah Ia yang memperdamaikan, “Yesus Pembawa Damai”. Dengan demikian, dipahami bahwasannya Kristus adalah pusat dari seluruh ciptaan, penyingkapan, rekonsiliasi. Ia adalah Allah yang terlihat dan pendamai surgawi. Kehadiran Kristus memanggil kita untuk menjadi jurudamai bagi seluruh ciptaan.
Konteks Injil Yohanes
1. Akulah Roti Hidup. Bacaan: Yohanes 6:35. Dalam konteks Perjanjian Lama, terdapat manna yang diberikan kepada bangsa Israel di padang gurun. Hal tersebut melambangkan penyediaan Tuhan.
2. Akulah Terang Dunia. Bacaan: Yohanes 8:12. Dalam kisah orang buta yang matanya disembuhkan oleh Yesus, demikian hal ini menunjukkan bahwa Ia adalah terang itu sendiri.
3. Akulah Air Hidup dan Kebangkitan Hidup. Bacaan: Yohanes 4:14. Kehidupan dan keselamatan sebagai karunia tidak diperoleh dari usaha manusia, melainkan pemberian Tuhan karena Ia adalah sumber segala sesuatu yang kita butuhkan.
Apakah Cukup Hanya Memahami Identitas Iman?
Mengenal dan memahami identitas iman diperlukan, tetapi tidak cukup berhenti di situ. Kita perlu meneladani Yesus. Ia mau supaya kita hidup seturut apa yang diharapkan melalui hidup kita.
Ciri Ke-Allah-an di dalam Kristus
1. Alpha dan Omega. Bacaan: Wahyu 1:7–8.
2. Kuasa Pengampunan. Bacaan: Markus 2:5–10
3. Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Bacaan: Yohanes 14:6
4. Kebangkitan. Bacaan: Yohanes 11
5. Hakim yang Adil. Bacaan: Yohanes
Oleh karena kita telah mengerti tentang Yesus Kristus yang mengerjakan segala sesuatu dari awal hingga akhir. Ia berkuasa mengampuni dan menghakimi. Iman kepada-Nya yang perlu direalisasikan, yakni hidup meneladani Yesus tanpa menghakimi yang lain.
Sesi Tanya-Jawab
1. Pertanyaan
Bagaimana jika orang mencari keselamatan di luar iman yang sekarang dengan berpindah-pindah ke yang lain?
Jawaban oleh Pdt. Peter
Jika tujuannya mencari keselamatan, pertanyaan “apakah ada agama lain yang dapat menyampaikan tentang jalan, kebenaran, dan hidup?” Hanya Yesus yang mengatakan bahwa Ia sendiri adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Keselamatan hanya dari pada-Nya. Jadi, di manakah mencari keselamatan ‘lain’ itu ketika Yesus hanya satu-satunya jalan keselamatan? Hal demikian bukanlah pertanyaan yang perlu dijawab, melainkan retorika terhadap pernyataan ‘mencari keselamatan lain di luar Kristus’. Dengan demikian, tidak ada keselamatan di luar Kristus. Adapun seperti itu, yang kita perlu jalani bersama dengan iman di dalam-Nya ialah menghidupi identitas iman tersebut tanpa menghakimi agama lain.
2. Pertanyaan
Apa kesimpulan dari identitas iman khas GKI berdasarkan Solus Christus, eksklusif atau inklusif?
Jawaban oleh Pdt. Peter
Secara sederhana, bacaan dari Yohanes dan Kolose dapat ditarik kesimpulan bahwa Kristus adalah pusat dari seluruh ciptaan, penyingkapan, dan rekonsiliasi. Ia merupakan pendamai surgawi. Hal tersebut yang merupakan sisi inklusifnya. Sedangkan, sisi eksklusifnya dapat dilihat dari Yohanes 14:6 tentang jalan dan kebenaran dan hidup.
3. Pertanyaan
Apakah sudah ada sosialisasi dari GKI mengenai Solus Christus tadi yang mana identitas iman kita tidak sepatutnya menunjuk kafir orang lain?
Jawaban oleh Pdt. Peter
Terdapat dua hal yang merujuk kepada sosialisasi tersebut, antara lain kelas katekisasi dan konfesi GKI. Terdapat pernyataan iman yang dituangkan ke dalam konfesi GKI. Adanya konfesi GKI bukan dengan tujuan untuk menghilangkan “Pengakuan Iman Rasuli”, melainkan menyatakan bagaimana identitas iman khas GKI sebagai gereja kristen. Di dalam keduanya pun tidak ada kata ‘kafir’. Jadi, pengajaran dalam pengakuan iman mewujudkan adanya damai bagi seluruh ciptaan.
4. Pertanyaan
Di dalam Kolose 1:16 terdapat pembahasan tentang “yang kelihatan” dan “tidak kelihatan”. Bagaimana dengan penjelasan yang berkaitan dengan ayat tersebut?
Jawaban oleh Pdt. Peter
Hal tersebut adalah konteks yang berkaitan dengan pergumulan di kota Kolose (hukum-hukum Yahudi, filsafat Yunani, mistik). Paulus sedang mencoba berhadapan dengan orang Yahudi yang sangat menekankan bahwa Yesus bukanlah Allah karena Ia adalah manusia yang kelihatan. Kemudian, dalam karya pelayanan-Nya, Yesus melalui pernyataan seperti Akulah roti hidup, air hidup, jalan dan kebenaran (merujuk kepada bukti atau tanda). Ia telah memberikan tanda kepada mereka yang belum percaya..
Ibadah Pembinaan oleh Pdt. Peter Abednego Wijaya
Dirangkum oleh Ezra Epiphania

