Mata Iman #1953: Menjaring Angin

MATA IMAN #1953
Minggu, 3 Agustus 2025

Bacaan: Pengkhotbah 1:12-14, 2:18-23
Nas: Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, semua itu kesia-siaan dan usaha menjaring angin. (Ayat 14)

MENJARING ANGIN

Pernahkah Anda menjaring angin? Pertanyaan itu membuahkan pertanyaan selanjutnya, “Apakah ada alat yang bisa digunakan untuk menjaring angin?”
Jadi, apa yang dimaksud Pengkhotbah dengan menjaring angin? Menjaring angin merujuk pada hal-hal yang dilakukan manusia secara sia-sia. Kesia-siaan apakah yang dimaksudkan Pengkhotbah?

Kesia-siaan atau hebel dalam bahasa Ibrani, secara harfiah berarti hembusan nafas, atau uap. Dari situlah berkembang arti kiasan yaitu sesuatu yang cepat berlalu, tidak berbobot, tidak berarti, tidak bernilai, dan sia-sia.
Oleh karena kehidupan ini dengan segala kegiatannya cepat berlalu, maka terimalah dan nikmatilah setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini. Hal yang paling utama untuk dilakukan oleh manusia ialah takutlah akan Allah (Pengkhotbah 13:12).

Sobat Cengkir, apa pun yang kita lakukan, janganlah melupakan Tuhan, Sang sumber kehidupan dan sumber kebahagiaan sejati. Mintalah hikmat dari Tuhan agar kita bisa menjalani hidup yang berkualitas baik di dunia ini dan tidak melakukan kesia-siaan. (YWT)

PUJI, HAI JIWAKU, PUJI TUHAN SELAGI ADA NAFASMU! ALLAHKU PATUTLAH KUAGUNGKAN SEPANJANG UMUR HIDUPKU! (Sepenggal syair Kidung Jemaat 9 bait pertama)

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *