Mata Iman #1952: Saudade

MATA IMAN #1952
Sabtu, 2 Agustus 2025

Bacaan: Roma 8:19-30
Nas: Sebab, kita diselamatkan dalam pengharapan. Namun, pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi. Sebab, bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? (Ayat 24)

SAUDADE

“Dulu rasanya enak ya punya banyak temen buat jalan-jalan di weekend malam. Belum terlalu mikirin tekanan hidup juga. Tapi makin ke sini, punya circle pertemanan yang makin kecil juga gak buruk banget.”

Ungkapan rindu di atas disampaikan oleh sepasang suami istri yang disampaikan saat kami membantu mereka berpindah rumah. Sayangnya tempat tinggal yang diharapkan dekat dengan kantornya dan akan nyaman juga bagi anak bayinya, juga disertai berita getir bahwa tempat kerjanya akan gulung tikar, alias di-PHK massal.

Tekanan hidup, baik di zaman rasul Paulus bahkan hingga menjelang “Indonesia Emas”, akan selalu ada. Mulai dari kebebasan beragama yang dikekang, kondisi ekonomi yang sulit ditebak dan datang-perginya orang-orang di sekitar kita, mungkin akan memberi luka kehidupan. Namun, masihkah kita tetap berharap Tuhan berkenan menyembuhkan luka tersebut?

Kata “Saudade” adalah istilah Portugis yang sangat bermakna dan sering kali digambarkan tidak dapat diterjemahkan. Istilah ini merujuk pada keadaan emosional yang mendalam, melankolis, nostalgia, dan terkadang pahit-manis. Bagi saya, kehidupan orang Kristen pun juga bak “Saudade”, pergulatan dari rasa sakit dan perlunya selalu berharap pada kasih Allah. (AS)

JADILAH BESAR DAN BESTARI, SERAP YANG BAIK UNTUKMU, APA PUN YANG KAU HADAPI. (Potongan lirik Saudade, Kunto Aji)

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *