MATA IMAN #1941
Selasa, 22 Juli 2025
Bacaan: Mazmur 23
Nas: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang meneguhkan aku. (Ayat 4)
TITIK TERENDAH
Seseorang yang sedang curhat berkata, ”Saat ini saya sedang berada di titik terendah dalam hidup saya.” Titik terendah yang dimaksud adalah keadaan yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Dari bisa melakukan banyak hal karena kondisi ekonomi yang baik, menjadi terbatas karena kondisi ekonomi yang berubah. Dulu bepergian dengan kendaraan pribadi sekarang naik kendaraan umum. Dulu tinggal di rumah yang megah, sekarang tinggal di rumah yang sederhana. Banyak orang mungkin pernah berada di “titik terendah” hidupnya. Namun setiap orang memiliki “titik terendah” yang berbeda-beda.
Pemazmur mengalami keadaan yang ia sebut sebagai “berjalan dalam lembah kekelaman.” Satu keadaan yang bisa disebut sebagai titik terendah. Keadaan yang jauh dari aman dan nyaman karena penuh dengan bahaya. Hidup pemazmur terancam. Namun pemazmur dengan iman berkata bahwa sekalipun demikian, ia tidak takut sebab Allah menyertainya.
Sobat Cengkir, saat ini kita mungkin berada dalam masa-masa sukar yang bisa disebut sebagai titik terendah hidup kita. Entah dalam hal keuangan atau keluarga. Entah dalam usaha atau pekerjaan atau mungki juga pelayanan. Apa pun itu, mari terus melangkah dalam pimpinan Sang Gembala yang baik karena Ia selalu beserta dengan kita. Jangan takut dan putus asa sebab kebaikan dan kasih setia-Nya akan mengiring setiap langkah kita. (RZA)
KUKAGUMI CARA-MU MENCINTAIKU,
KAU HADIR DI CERITA PROSES HIDUPKU.
DI TITIK TERENDAHKU KAU HADIR ‘TUK MENGANGKATKU.
KU TAHU KAU TAK MENYERAH AKAN HIDUPKU. (Penggalan lagu “Tak Terbatas”)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

