MATA IMAN #1915
Kamis, 26 Juni 2025
Bacaan: 1 Tesalonika 4:1-12
Nas: Anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, mengurus persoalan-persoalan sendiri, dan bekerja dengan tanganmu, seperti yang telah kami pesankan kepadamu. (Ayat 11)
WARGANET SANG HAKIM INTERNET
Akhir-akhir ini, momen pernikahan anak seorang figur publik malah menjadi perdebatan di media sosial. Fokus warganet beralih dari pernikahan ke drama orang tua mereka yang berpisah; ibu kandung dan ibu sambung dibandingkan, bahkan saudara tirinya ikut diserang komentar jahat. Kepedulian semu ini berubah menjadi penghakiman yang melukai.
Sobat Cengkir, sikap ikut campur ini bukan masalah baru. Di jemaat Tesalonika dulu, banyak anggota jemaat yang berhenti bekerja lalu mencampuri urusan orang lain karena salah memahami ajaran akhir zaman. Bagi mereka, penting untuk menjadi polisi moral bagi sesamanya dalam menyongsong kedatangan Tuhan tetapi yang dilakukan mereka sangat keterlaluan. Paulus menasihati bahwa kehormatan sejati justru ditemukan dalam hidup tenang, fokus pada urusan pribadi, dan bekerja secara tekun. Ini adalah panggilan untuk menjadi kesaksian positif, bukan sumber kekacauan.
Oleh karena itu, mari kita mengambil sikap berbeda. Saat ingin menghakimi orang lain, ubahlah menjadi doa singkat untuk mereka. Alihkan energi kita untuk menjadi pembawa damai di dunia, alih-alih menjadi hakim. Dengan begitu, kita menjaga hati dari kepahitan dan menjadi saksi Kristus sejati yang menebarkan kasih, bukan kebencian. (NBA)
JANGAN GUNAKAN MULUT UNTUK MENGHAKIMI, MELAINKAN GUNAKAN HATI UNTUK MENDOAKAN SESAMA.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

