9 Sacred Ways: Menemukan Cara Pribadi untuk Berjalan Bersama Tuhan
Setiap orang memiliki cara yang unik dalam dekat dengan Tuhan. Ada yang merasa paling dekat saat menyanyikan lagu pujian, ada yang tersentuh saat merenung dalam keheningan, ada pula yang merasakan kehadiran-Nya saat berada di tengah alam ciptaan. Perbedaan ini bukan sebuah kelemahan, melainkan wujud betapa kaya dan berwarnanya kehidupan rohani kita.Hubungan kita sebagai hamba dan anak-Nya dapat berjalan melalui banyak cara. Dalam buku Sacred Pathways: Temukan Jalan Jiwa Anda Menuju Tuhan, Gary Thomas memperkenalkan konsep Sembilan Jalan Sakral—sebuah kerangka yang membantu kita mengenali langkah spiritual kita. Intinya, tidak ada satu cara yang benar atau paling suci dalam beribadah. Setiap orang memiliki jalan yang secara alami membuat mereka lebih terhubung dengan Tuhan.
Hubungan yang Dijalani: Cara Satu dan Lainnya
Berikut adalah sembilan tipe pendekatan spiritual menurut Gary Thomas. Masing-masing menunjukkan bagaimana seseorang mengalami dan mengekspresikan kasih yang diperoleh dari Tuhan.
- Naturalis
Merasakan Tuhan melalui alam dan ciptaan-Nya. Ibadah mereka terjadi di tengah pohon, angin, dan langit terbuka—mereka menemukan kekaguman akan Sang Pencipta di dalam karya tangan-Nya. - Simbolis
Mengalami hadirat Tuhan melalui pancaindra. Cahaya lilin, musik yang menyentuh, simbol-simbol visual, bahkan aroma dupa bisa memperdalam pengalaman ibadah mereka. - Tradisionalis
Terhubung dengan Tuhan melalui struktur ibadah. Liturgi, doa teratur, dan perayaan hari-hari suci menjadi jembatan spiritual mereka. - Pertapa
Menyukai keheningan, kesederhanaan, dan kontemplasi. Dalam kesunyian, mereka mendengar suara Tuhan yang lembut, dan melalui hidup sederhana, mereka merasakan kedekatan dengan-Nya. - Aktivis
Melayani Tuhan dengan berjuang untuk keadilan dan membela yang tertindas. Iman mereka menyala saat menyuarakan kebenaran dan membela yang lemah. - Pengasuh
Mencintai Tuhan dengan cara mencintai orang lain. Mereka merasa dekat dengan Tuhan saat merawat sesama, menjadi sukarelawan, atau memberi perhatian pada yang membutuhkan. - Penggemar
Menyembah Tuhan dengan penuh semangat dan sukacita. Ibadah mereka penuh pujian, perayaan, dan ekspresi kasih yang terbuka. - Kontemplatif
Menjalin relasi intim dan pribadi dengan Tuhan melalui doa hati, jurnal rohani, dan refleksi mendalam. Mereka merasakan Tuhan dalam keheningan dan kelembutan kasih-Nya. - Intelektual
Mendekat kepada Tuhan lewat pikiran dan pengertian. Studi Alkitab, pembelajaran teologi, dan perenungan mendalam memberi mereka kekuatan iman.
Jalannya Hubungan: Mengapa Penting Menemukan Jalan Kita?
Setiap jemaat memiliki cara unik dalam beribadah dan bertumbuh secara rohani. Dengan mengenali jalan spiritual kita, kita bisa:
- menemukan bentuk ibadah yang paling hidup dan alami bagi diri sendiri.
- menghargai perbedaan dalam tubuh Kristus—karena tidak semua orang menyembah dengan cara yang sama.
- meningkatkan kedewasaan rohani, mengenal kekuatan dan keterbatasan kita dapat membuka peluang untuk bertumbuh dan belajar dari jalan lain.

Bagaimana Cara Mengetahui Jalan Kita?
Ada beberapa cara untuk mengenali jalur spiritual Anda:
- refleksi pribadi: Renungkan, di mana dan kapan Anda paling merasakan hadirat Tuhan?
- gunakan alat bantu: Ada berbagai kuis atau tes gaya spiritual yang bisa membantu mengenali kecenderungan Anda.
- menjalani: Coba praktik dari jalur lain—siapa tahu Tuhan memperluas pemahaman Anda melalui cara-cara yang baru.
Hubungan Pribadi dengan-Nya: Pola Kehidupan
Menariknya, konsep “jalan” tidak hanya terbatas pada kehidupan spiritual. Beberapa pendekatan lain, seperti yang dikembangkan oleh Life Blessing Institute, melihat “jalan” sebagai pola kehidupan manusia secara menyeluruh. Dalam model ini, setiap orang punya jalur jiwa—misalnya dalam kepemimpinan, relasi, atau kontribusi sosial. Meski berasal dari pendekatan yang berbeda, inti pesannya sama: ketika kita mengenali cara kita diciptakan, kita dapat hidup lebih bermakna dan setia pada panggilan Tuhan dalam hidup kita.
Penutup: Merayakan Keunikan dalam Tubuh Kristus
Tuhan Yesus menciptakan setiap kita dengan cara yang istimewa, termasuk dalam hal bagaimana kita menyembah dan merasakan kehadiran-Nya. Melalui konsep Sembilan Jalan Suci, kita diajak untuk menghargai keunikan tersebut, bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga dalam komunitas gereja.
Apa pun jalur yang Anda tempuh—di tengah alam, di ruang ibadah, di tengah aksi sosial, atau dalam keheningan doa—jika Anda menjalaninya dengan hati yang terbuka dan penuh kasih kepada dan karena Tuhan, niscaya akan membawa pertumbuhan rohani di dalam-Nya.
Referensi:
https://www.lifeisstory.com/nonfiction/gary-thomas-sacred-pathways/
https://blackwells.co.uk/bookshop/search/isbn/9781713529545
https://www.lifeblessing.com/9-paths-of-the-soul/
Disusun oleh Ezra Epiphania

