Ibadah Kenaikan Yesus Kristus: GKI Kelapa Cengkir menuju Padang

Setelah kita melewati masa perayaan Paskah, Yesus, Tuhan kita yang telah menebus dosa kita kini telah naik ke Sorga. Kematian di kayu salib bukan akhir—Ia mengalahkan maut. Dalam rangka memperingati kenaikan-Nya ke Sorga, Jemaat GKI Kelapa Cengkir melaksanakan ibadah bersama, Ibadah Padang, Kebaktian Kenaikan Yesus Kristus. Perjalanan untuk Ibadah
Ibadah Padang dimulai dengan keberangkatan menuju Padang pada 29 Mei 2025. Jemaat mempersiapkan diri untuk melakukan ibadah memperingati kenaikan Yesus Kristus. Jemaat GKI Kelapa Cengkir menjalani ibadah yang bertempat di Rumah Sahabat Keluarga. Lihat perjalanannya melalui dokumentasi berikut. https://www.instagram.com/s/aGlnaGxpZ2h0OjE4MDYyODU0MTYwMjgwNjAw?story_media_id=3642856455780183506_4765976220&igsh=MTI0bDFodTBmd2kwcg==
Sesi Ibadah
Ibadah ini mengangkat tema “Berpaut kepada Yesus yang Naik ke Sorga” yang khotbahnya diisi oleh Pdt. Gatot Pujo Tamtama. Dalam menjalani hari-hari yang sedemikian, kita tak luput dari rasa bimbang, bingung, kecewa, hingga kekhawatiran. Namun, Ia yang menopang setiap pergumulan kita mampu memberikan keyakinan bahwa hari-hari tersebut hanya milik-Nya. Berpaut kepada Yesus tidak membiarkan kita melalui hari-hari dengan ketakutan berarti. “…karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Ia mengalahkan maut dan menyatakan kasih yang luar biasa. Mari, tetap berjaga-jaga dan menjadikan Ia tempat berlindung yang utama dan satu-satunya.

Kebersamaan: Makan Bersama dan Gim Pembentuk Keceriaan
Kebersamaan pada kesempatan ini juga diisi dengan kegiatan beragam, seperti makan siang bersama dan pelaksanaan kegiatan di luar ruangan, yaitu bermain gim yang asyik.

Permainan di tempat terbuka dilakukan oleh Jemaat untuk mengisi waktu dengan memupuk keceriaan melalui berbagai permainan seru. Suasana yang seperti ini kiranya dapat meningkatkan rasa bahagia di samping setiap masalah yang sedang dihadapi masing-masing individu.


“Kita bisa memperoleh sukacita dari hal sesederhana apapun yang ada di sekitar.”
***************************
“Ia telah mati, bangkit, dan naik ke Sorga untuk menebus dosa kita, dan karena darah-Nya, kita selamat dari upah dosa, yakni maut.
Ditulis oleh Ezra Epiphania

