MATA IMAN #1879
Rabu, 21 Mei 2025
Bacaan: 1 Yohanes 4:7-12
Nas: Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah. Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (Ayat 7)
KETIKA KASIH ITU NYATA
Dalam sebuah persekutuan di kantor, seorang rekan kerja membagikan kesaksiannya. Ia bercerita bahwa suatu hari mobilnya ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor yang ternyata mengantuk. Alih-alih marah atau menuntut ganti rugi, ia justru menolong si pengendara itu dan membawanya ke rumah sakit, bahkan ikut menanggung biayanya. Rekan saya berkata, “Saya juga kaget kenapa saya bisa setenang itu. Tapi saya tahu, Tuhan yang menggerakkan saya untuk menunjukkan kasih.”
Kasih bukan sekadar kata, bukan pula sekadar emosi sesaat. Penulis surat 1 Yohanes mengungkapkan dan menegaskan bahwa kasih sejati berasal dari Allah. Allah adalah kasih, dan ketika kita hidup di dalam-Nya, kasih itu akan terpancar melalui tindakan nyata. Mengasihi bukan hanya ketika segalanya mudah, tetapi justru ketika kita dirugikan, disakiti, atau terganggu. Kasih merupakan respons terhadap kasih karunia Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita secara cuma-cuma dan penuh pengampunan.
Sobat Cengkir, dunia saat ini penuh dengan reaksi spontan yang sering kali keras dan tidak sabar. Mari kita terus belajar mengasihi: dengan memberi, mengampuni, dan hadir dengan hati yang penuh kasih. Di situlah kita benar-benar menjadi anak-anak Allah. (FMO)
KASIH ITU SABAR; KASIH ITU BAIK HATI; IA TIDAK CEMBURU. IA TIDAK MEMEGAHKAN DIRI DAN TIDAK SOMBONG. (1 Korintus 13:4)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

