MATA IMAN #1873
Kamis, 15 Mei 2025
Bacaan: 2 Korintus 8:12-15
Nas: Sebab, jika kamu rela untuk memberi, pemberianmu akan diterima, berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. (Ayat 12)
FALSE BELIEF
Pernahkah Anda menekan tombol lift berkali-kali? Karena meyakini semakin sering dipencet, akan datang lebih cepat. Faktanya, nggak ngaruh, cukup sekali pencet, pasti datang. Itulah contoh False Belief. Keyakinan keliru muncul ketika kita menganggap ada hubungan sebab-akibat dari suatu tindakan yang kenyataannya tidak demikian. Dalam konteks memberikan persembahan, ada anggapan atau bahkan dijadikan pengajaran, bahwa semakin sering dan semakin besar jumlahnya, maka nanti berkatnya jadi lebih besar.
Keyakinan keliru demikian membentuk pola pikir transaksional. Juga, persembahan bukan hanya berbentuk uang. Waktu, tenaga, dan talenta untuk melayani pun merupakan persembahan. Seolah jika semakin besar nominal atau semakin sibuk melayani, akan menerima imbalan lebih; yang menyiratkan pamrih atau hitung-hitungan. Nas renungan mengajarkan bahwa pemberian harus didasari kerelaan. Kita memberi atau mau melayani sebagai wujud ucapan syukur, bukan cari upah.
Setelah kerelaan, kemudian menurut apa yang ada padamu, yang berarti sesuai kesanggupan. Bukan memaksakan diri demi terlihat wow, supaya dikagumi, tetapi kemudian berkekurangan. Tuhan selalu memberkati dan dari sanalah kita sanggup memberi. Kita menerima berkat bukan karena persembahan, tetapi karena kasih-Nya yang tak bersyarat. Kita memberi persembahan atau mau melayani sebagai ucapan syukur karena sudah menerima dan senantiasa akan terus diberkati. (YOD)
PENUHILAH KEPERLUANMU TERLEBIH DAHULU, SETELAHNYA BARULAH KAMU BISA MEMBERI KEPADA ORANG LAIN. (Agustinus dari Hippo)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

