MATA IMAN #1825
Jumat, 28 Maret 2025
Bacaan: Matius 3:13-17
Nas: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Ayat 17b)
ANAK TUHAN
Kita semua pernah menjadi anak. Salah satu keinginan dalam hati seorang anak biasanya adalah mendengar orangtuanya berkata, “Mama bangga padamu,” atau “Papa bahagia punya anak seperti kamu.” Apalagi di Indonesia, budaya berbakti dan membanggakan orangtua sangat dijunjung tinggi. Tak sedikit yang rela bekerja keras, belajar mati-matian, atau menunda mimpi pribadi demi melihat senyum bangga di wajah ayah dan ibu.
Sebagai orang Kristen, ada satu bentuk kebanggaan yang jauh lebih penting: membuat Tuhan bangga. Injil Matius mencatat momen penuh makna saat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Ketika itu, terdengar suara dari surga berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Ini bukan hanya peneguhan identitas Yesus sebagai Anak Allah, melainkan juga ungkapan kebanggaan dan perkenanan dari Allah.
Kita dipanggil untuk menyenangkan hati Tuhan. Apakah pekerjaan, relasi, pilihan-pilihan yang kita buat, semua mencerminkan hati seorang anak yang berkenan kepada-Nya? Membuat Tuhan bangga dapat berupa kesetiaan dalam hal-hal sederhana, seperti mengampuni saat sulit, jujur meski tak ada yang melihat, sabar dalam tekanan, dan tetap bersyukur di tengah kekurangan. Kelak, tiba waktunya kita pun mendengar suara Allah, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia.” (HH)
LIHATLAH, BETAPA BESARNYA KASIH YANG DIKARUNIAKAN BAPA KEPADA KITA, SEHINGGA KITA DISEBUT ANAK-ANAK ALLAH, DAN MEMANG KITA ADALAH ANAK-ANAK ALLAH. (1 Yohanes 3:1a)
—————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

