MATA IMAN #1801
Selasa, 4 Maret 2025
Bacaan: Habakuk 3:1-19
Nas: Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pokok anggur tidak berbuah, dan hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu dalam kandang, aku akan bersukacita di dalam TUHAN, bersorak-sorai di dalam Allah Penyelamatku. (Ayat 17-18 TB2-LAI)
UCAPAN SYUKUR
Berterima kasih kepada Allah atas pemeliharaan-Nya, baik dalam suka maupun duka. Itulah makna ucapan syukur. Sebagai orang beriman, kita perlu melakukannya.
Namun, seberapa seringkah kita menyampaikan ucapan syukur kepada Allah? Umumnya, kita bersyukur ketika segala sesuatu berjalan dengan baik, menerima berkat, mengalami kesembuhan atau mukjizat dari Allah. Saat dalam kesesakan, jarang sekali bahkan tidak ada ucapan syukur kepada Allah. Kita justru hanya bersungut-sungut dan menggerutu.
Dalam bacaan hari ini, Nabi Habakuk memilih untuk beriman kepada TUHAN. Hal itu tetap dilakukannya walaupun dalam situasi dan kondisi yang tidak baik-baik saja, termasuk ketika sektor pertanian mengalami gagal panen dan sektor peternakan mengalami kerugian. Iman Nabi Habakuk kepada TUHAN tidak dikalahkan oleh keadaan. Oleh karena itu, ia tetap mengucap syukur kepada TUHAN karena Dialah Sang Penyelamat yang sejati.
Sobat Cengkir, sesungguhnya tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan dalam hidup kita. Allah setia memelihara kita sehingga selayaknyalah kita mengucap syukur kepada-Nya! (PAT)
TUHAN, KAMI BERSYUKUR. TUHAN, KAMI BERSYUKUR. SEMBAH SYUKUR KEPADA-MU: BAPA, PUTRA, DAN ROH KUDUS. (Kidung Keesaan 471 bait keenam)
—————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

