MATA IMAN # 1761
Kamis, 23 Januari 2025
Bacaan: 1 Yohanes 4:7-12
Nas: Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (Ayat 10 TB2-LAI)
KEKUATAN CINTA
Setiap Kamis sore, sejumlah orang berpakaian hitam dan berpayung hitam berdiri di depan Istana Merdeka Jakarta. Mereka melakukan aksi damai sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan yang dilakukan tanpa penyelesaian. Aksi Kamisan tersebut berlangsung sejak hari Kamis, 18 Januari 2007.
Salah seorang pelaku Aksi Kamisan itu bernama Ibu Sumarsih. Beliau adalah ibunda Wawan, mahasiswa Unika Atma Jaya Jakarta yang tewas dalam tragedi Semanggi pertama pada tanggal 13 November 1998. Ibu Sumarsih berkata, “Dukacita saya bertransformasi pada cinta kepada sesama. Yang saya perjuangkan tidak hanya peristiwa penembakan mahasiswa, tetapi juga peristiwa pelanggaran HAM berat pada masa lalu dan masa kini serta permasalahan rakyat yang belum ditangani oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.” Itulah kekuatan cinta seorang ibu kepada anaknya dan sesama.
Manusia memberontak kepada Allah dengan melanggar firman-Nya. Manusia telah berdosa. Namun, Allah berkenan menebus manusia yang berdosa dengan cara yang sangat mahal dan tak ternilai harganya yaitu pengurbanan Yesus Kristus, Sang Anak Allah sejati. Itulah kekuatan cinta Allah kepada manusia.
Sobat Cengkir, berdasarkan cinta dari Allah, gigihlah berjuang tanpa kekerasan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan sebagai wujud nyata cinta kita kepada Allah dan sesama. (GPA)
KUMOHON TAK HENTI: TAMBAHKAN KASIHKU, MAKIN BESAR KEPADA-MU! (Sepenggal syair Nyanyikanlah Kidung Baru 141 bait pertama)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir.

