Selamat datang di GKI Kelapa Cengkir. Untuk informasi lengkap mengenai kegiatan gereja dalam pekan ini, silakan membaca warta jemaat edisi 15 Desember 2024 berikut ini:
SUKACITA DALAM PERTOBATAN
(Zefanya 3:14-20 ; Yesaya 12:2-6 ; Filipi 4:4-7; Lukas 3:7-18)
Apa yang paling diinginkan orang di dalam kehidupan ini? Jawaban yang sering muncul adalah ingin bahagia. Bahagia dapat didefinisikan bermacam-macam oleh berbagai pandangan yang ada di dunia. Namun Alkitab mempunyai satu kata spesifik yang merepresentasikan “bahagia.” Kata itu adalah “sukacita.”
Sukacita atau joyful atau rejoice menunjuk pada hati yang bahagia bercampur dengan perasaan diberkati sebab Tuhan hadir dalam hidup umat-Nya. Sukacita tidak menunjuk pada emosi seseorang yang seringkali dipengaruhi oleh situasi di luar dirinya.
Firman Tuhan dalam Filipi 4:4a mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!” Itu berarti, kita sebagai umat Tuhan dapat bersukacita apabila kita ada di dalam Tuhan. Pernyataan ini selaras dengan Filipi 4:7 yang mengatakan, “Damai Sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Hal ini berarti, baik sukacita maupun damai sejahtera, yang merupakan berkat rohani dan tidak tergantikan oleh apa pun di dunia ini, hanya bisa didapatkan melalui sebuah
hubungan yang akrab antara umat dengan Allah. Hubungan atau persekutuan itu terjadi karena Allah hadir dalam hidup umat-Nya, dan umat pun mau menyambut kehadiran Allah dengan terus-menerus menjalin hubungan yang intim dengan Allah di dalam doa dan Firman-Nya. Tanpa hubungan yang akrab dengan Allah, maka mustahil bagi manusia untuk dapat mengalami sukacita dan damai sejahtera di dalam dunia yang nature-nya adalah berbuat dosa ini. Karena dosa semata-mata hanya mendatangkan murka Allah (Lukas 3:7).
Lalu bagaimana mungkin kita dapat hidup bersekutu dengan Allah yang Mahakudus itu, sementara kita masih hidup di dalam dunia yang penuh dengan dosa ini? Yohanes Pembaptis menyatakan, “Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api” (Lukas 3:8a & 9).
Bertobat adalah jalan satu-satunya untuk datang kembali kepada Tuhan. Bertobat berarti mengakui dan menyesali setiap dosa kita dalam perbuatan, perkataan maupun yang masih terkandung dalam pikiran kita. Setelah itu, kita memohon pengampunan Tuhan Yang Mahakasih dan Maha Pemurah, serta berbalik dari segala dosa kita, dan hidup menuruti perintah dan kehendak Tuhan.
Hidup dalam pertobatan dinyatakan dengan sangat jelas oleh Yohanes Pembaptis di dalam Lukas 3:10-14 ketika orang banyak bertanya, apa yang harus mereka perbuat, antara lain dengan berbagi kepunyaan dengan mereka yang tidak punya, serta berhenti melakukan dosa yang biasa dilakukan di dalam pekerjaan atau profesi masing-masing. Firman Tuhan dalam Filipi 4:5 juga mengajak kita untuk hidup dalam relasi yang harmonis dengan sesama dengan mengatakan, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat.”
Sobat Cengkir, memasuki Minggu Adven ketiga ini, marilah kita menghasilkan buah-buah pertobatan dan memelihara persekutuan yang akrab dengan Kristus. Dengan demikian, kita memperoleh hidup yang senantiasa penuh sukacita di dalam menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus.
HE TOUCHED ME, OH, HE TOUCHED ME
AND OH, THE JOY THAT FLOODS MY SOUL
SOMETHING HAPPENED AND NOW I KNOW
HE TOUCHED ME AND MADE ME WHOLE
(William Gaither)
(Pnt. Yovita W. Tananda untuk Warta Jemaat 15 Desember 2024)
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat dan linktree dari GKI Kelapa Cengkir

