MATA IMAN # 1650
Jumat, 4 Oktober 2024
Bacaan: Markus 9:42-50
Nas: Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi tawar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu senantiasa mempunyai garam dalam dirimu dan hidup berdamai seorang dengan yang lain. (Ayat 50 TB2-LAI)
GARAM DUNIA
Garam memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan cita rasa pada makanan, garam juga mempengaruhi suasana hati seseorang. Secara bergurau, garam sering dihubungkan dengan status sosial, misalnya, makanan yang terlalu asin sering dianggap pertanda seseorang ingin menikah. Selain itu, garam juga memainkan peran penting dalam kesehatan. Dengan demikian, garam menjadi elemen kecil yang sangat mempengaruhi kehidupan.
Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk memberikan pengaruh yang positif dalam kehidupan ini. Ketika Yesus berbicara tentang garam, Dia mengingatkan bahwa setiap murid-Nya harus menjadi “garam dunia” yang berperan “mengawetkan” kehidupan ini melalui tindakan yang penuh kasih. Perbuatan baik berdasarkan kasih perlu dilakukan secara berkelanjutan. Jika garam sudah menjadi tawar, maka ia tidak berguna lagi. Oleh karena itu, para murid Kristus membutuhkan persekutuan agar saling menguatkan dalam melaksanakan peran sebagai “garam dunia.”
Sobat Cengkir, seperti garam yang selalu memberi rasa, kita pun dipanggil untuk membawa makna dalam setiap langkah kita. Jangan biarkan lingkungan sekitar kita mengubah rasa kita; tetaplah teguh dalam kasih dan kebenaran. (GKA)
KASIH YANG TERPELIHARA ADALAH PENGAWET KEHIDUPAN. TANPA KASIH, KEHIDUPAN MENJADI HAMBAR.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

