Mitologi Mesopotamia dan Kecerdasan Ester

Siapa nih yang masih ingat dengan mitologi yang diajarkan dalam kelas bahasa atau sastra ketika kita masih di bangku sekolah? Ternyata di Alkitab sendiri sedikit banyak tersirat mengenai mitologi yang diyakini oleh masyarakat pada masa tersebut. “Lho bukannya mitologi itu sesuatu yang gak jelas faktanya ya min?” Eits… tunggu dulu, kita ulas satu-persatu.

Secara pengertian, mitologi adalah ilmu tentang keberadaan dewa-dewi dan pahlawan di masa lalu yang memiliki tafsir dan makna tentang kejadian asal-usul manusia. KBBI pun menjelaskan dengan rinci bahwa  mitologi merupakan ilmu tentang bentuk sastra yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan. Tentu kita perlu memahami bahwa pemikiran masyarakat pada masa lalu adalah kebenaran yang mereka pegang. Agar menjaga keyakinan tersebut, menceritakan secara oral tidaklah cukup, diperlukan karya penulisan agar dapat diturunkan kepada banyak generasi di bawahnya. Salah satu metode penulisan yang digunakan adalah menggunakan batu atau tablet (berbeda dengan tablet gawai zaman now ya Sobat Cengkir).

Salah satu mitologi yang tersirat hidup berdampingan dengan sejarah bangsa israel di Alkitab adalah mitologi Mesopotamia. Sedikit berbeda dengan konsep Allah yang kita yakini (yang berkuasa atas apapun) dalam mitologi Mesopotamia, dewa-dewi memiliki tugas dan kekuasaan yang cenderung spesifik dan terbatas. Beberapa dewa utama yang disembah oleh bangsa Sumeria (bangsa yang berada di wilayah Mesopotamia) adalah Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Enlil (Dewa Bumi) dan Dewa Ea (Dewa Air). Dewa-dewi tersebut juga memiliki sifat layaknya manusia, yang dapat memiliki emosi, dapat saling kawin-mengawini dan menciptakan dewa-dewi lainnya.

Salah satu mitologi dewa dalam mitologi Mesopotamia yang kita angkat adalah Ishtar, dewi kesuburan, cinta, perang, dan seks. Dewi Ishtar ini disembah oleh bangsa Babilonia dan Asiria, di Mesopotamia. Ia dapat disamakan dengan Dewi Inanna dari bangsa Sumeria, juga Dewi Astarte dari bangsa Semit, Dewi Asyerah atau dewi Asytoret, pendamping Baal, dari bangsa Kanaan. Beberapa raja dari kerajaan Israel maupun saat terpecah menjadi Kerajaan Yehuda dan Kerajaan Utara juga sempat menyimpang menyembah Dewi Ishtar karena mengikuti para selir mereka, seperti raja Salomo dan raja Manasye.

Mendengar nama Ishtar pun tentu terasa tidak asing bagi sebagian kita, karena mirip dengan salah satu tokoh yang namanya diambil menjadi bagian dari Alkitab. Yap, tidak lain, yaitu Ester. Sebenarnya ia memiliki nama Ibrani, yaitu Hadasa, perempuan ini sendiri merupakan yatim piatu dan diasuh oleh Mordekhai, sepupunya. Gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai. Dengan suatu maksud Mordekhai memberikan nama yang tidak bercirikan ibrani, agar mengkamuflase orang-orang Mesopotamia.

Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.
Ester 2:7

Allah memiliki maksud dan tujuan melalui Ester. Walaupun nama Allah ataupun Tuhan tidak tertulis dalam kitab tersebut dan nama Hadasa digantikan dengan nama seperti Dewi Ishtar, Allah memberikan hikmat bagi Mordekhai maupun Ester untuk menyelamatkan bangsa Yahudi kala itu. Berkat kebijaksanaan dalam membuat strategi untuk dapat menyatakan menghadap raja Ahasyweros, maka bangsa Yahudi luput dari rencana jahat Haman yang ingin melenyapkan mereka.

Tentu Ester dan Mordekhai tidak menyembah Dewi Ishtar, bahkan mereka pun tidak mau bersujud kepada Haman dan juga raja. Mereka tetap menyembah kepada Allah saja dan dengan bijaksana mereka menggunakan nama dan mengubah cara bersosialisasi sesuai dengan konteks yang terjadi saat itu. Sebagai orang Kristen pun, kita dapat menjimpit pesan agar menggunakan hikmat dari Tuhan dan tetap menyatakan kebenaran secara cerdas, sehingga nama Tuhan yang dimuliakan.

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *