Mata Iman #695: AMPUNILAH

MATA IMAN #695
Senin, 21 Februari 2022

Bacaan: Matius 6:5-15
Nas: dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (ay 12).

AMPUNILAH

Kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat hati manusia cenderung untuk berbuat jahat. Pikiran manusia yang telah dikuasai dosa hanya menghasilkan buah pikiran yang berselimut kejahatan. Kejahatan merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia berdosa. Dosa demi dosa bak rantai yang melilit dan membelenggu kehidupan manusia, sedangkan mereka tidak memiliki kemampuan untuk melepaskan diri dari kuasa dosa. Harus ada kuasa dari luar dirinya untuk membebaskannya.

Oleh karena itu, Yesus mengajarkan kepada kita untuk selalu memohon pengampunan dosa. Memohon agar diberi kekuatan untuk menjadikan kebenaran Allah sebagai pemandu kehidupan. Permohonan ini juga dibarengi dengan sikap kerelaan untuk mengampuni orang lain, sebagai ungkapan syukur atas pengampunan dari Tuhan. Pemberian istimewa berupa pengampunan dosa dari Allah memampukan manusia untuk mengampuni, bukan mendendam.

Dengan belajar berdoa seperti yang Yesus ajarkan di dalam Doa Bapa Kami, semoga kita diberi kemampuan untuk memohon pengampunan yang tulus atas setiap pikiran, ucapan dan tindakan kita yang tidak selaras dengan panggilan kita sebagai umat tebusan dan juga diberi kepekaan terhadap segala dosa sehingga kita tidak terseret ke dalamnya. Kita juga berharap diberi hati yang penuh pengampunan terhadap sesama dan dijauhkan dari hati yang menyimpan dendam. Dengan demikian niscaya di dalam kehidupan kita akan selalu menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati. (ENO)

MEMAAFKAN ADALAH BENTUK CINTA YANG TERTINGGI DAN TERINDAH. SEBAGAI IMBALANNYA ADALAH KEDAMAIAN DAN KEBAHAGIAAN. (Robert Muller).

 

——————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34