Mata Iman #633: PAENGHYEONG

MATA IMAN #633
Rabu, 22 Desember 2021

Bacaan: Yohanes 3:14-21
Nas : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (ayat 16)

PAENGHYEONG

Sebuah film drama kerajaan memunculkan istilah paenghyeong. Artinya, sebuah hukuman yang diberikan kepada seseorang dengan dua tahap. Pertama, menghapuskan identitas orang tersebut sebersih-bersihnya. Kedua, membiarkan orang itu memulai hidup baru dengan sebebas-bebasnya dan tidak ada urusan lagi dengan pihak kerajaan.

Saat menonton, saya teringat kepada tindakan Allah terhadap manusia, ketika Allah menemukan bahwa ciptaan yang Dia buat segambar dan serupa dengan diri-Nya ternyata tidak menaati-Nya, dan memilih untuk memercayai nafsunya sendiri. Konsekuensi dari ketidaktaatan ini adalah manusia menjadi tawanan dosa, yang tak mungkin mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Sehingga Allah, Sang Mahakasih, akhirnya turun tangan, mengulurkan tangan, untuk mematahkan belenggu dosa agar manusia tidak binasa. Kasih yang sangat besar itu dimulai di Betlehem dengan kelahiran bayi Kristus, yang adalah Putera Allah, di palungan hina. Kelahiran yang menyapa setiap manusia tanpa sekat apa pun jua.

Sobat Cengkir, kita adalah pribadi yang mengaku percaya kepada Kristus. Percaya, berarti ada ketaatan penuh, seperti Allah di dalam Kristus mengasihi dunia ini secara utuh. Berarti pula, kita bersedia mengenakan manusia baru dan menanggalkan manusia lama, dengan bersedia dibentuk oleh Kristus, Firman yang hidup. Pembentukan yang akan berlangsung terus menerus hingga kita usai menjalani ziarah sementara di dunia. (SLS)

SUPAYA KAMU DIBAHARUI DI DALAM ROH DAN PIKIRANMU, DAN MENGENAKAN MANUSIA BARU (Efesus 4:23&24a)

—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34