Mencipta Komunitas Kasih – Refleksi Ibadah Kamis Putih

Sobat Cengkir pernah bergabung dalam suatu komunitas? Komunitas apaan nih?

Sebagian dari kita mungkin pernah bergabung dalam komunitas, di mana ada satu kesukaan yang sama dan menjadi alasan untuk orang-orang aktif berpartisipasi. Contohnya, mengikuti komunitas paduan suara, tentu kita bergabung karena suka menyanyi dan mendengar lagu; mengikuti komunitas badminton, orang-orang yang bergabung berkeinginan bermain badminton; atau komunitas fotografi yang terdiri dari orang-orang yang ingin belajar teknik-teknik foto dan berkegiatan hunting foto bersama.

Bergabung dalam suatu komunitas, tentu menyenangkan, terlebih ada satu kesamaan, satu kebersamaan dan bahkan satu tujuan yang ingin digapai bersama-sama. Lantas bagaimana dengan komunitas bernama gereja yang Sobat Cengkir hidupi saat ini? Apakah yang menjadi satu kesamaannya?

Sebagai komunitas yang telah mendapatkan keselamatan melalui karya kasih Kristus di kayu salib, seharusnya gereja menjadi sebuah komunitas yang menghidupi kasih Ilahi dalam setiap kegiatan dan pergerakannya. Sebagai umat Allah, kita memiliki panggilan untuk menciptakan komunitas kasih, mulai dalam keluarga, di gereja, di tempat kerja atau di lingkungan sosial lainnya.

Dalam mewujudkan komunitas kasih tersebut, ada tips yang diberikan oleh Pdt. Yael Eka Hadiputri Lamorahan dalam ibadah Kamis Putih yang Sobat Cengkir dapat lakukan, yaitu:

  1. Milikilah cara pandang yang benar atas kasih. Bagi kita yang telah menghidupi kasih Allah, kita perlu membagi kasih dengan tulus. Contoh tindakan kecil yang dapat Sobat Cengkir lakukan adalah menanyakan kabar, menjadi pendengar yang baik, dan dilakukan dengan tulus.
  2. Berilah kasih sesuai dengan kapasitas diri. Setiap orang mempunyai kapasitas yang berbeda dalam berbelas kasih, baik dalam hal ketersediaan waktu, tenaga, pikiran maupun materi. Contohnya kita masih dapat menunjukkan belas kasih untuk menolong teman yang kekurangan, walaupun kemampuan ekonomi kita sendiri juga belum stabil, dengan cara menawarkan lowongan pekerjaan kepada teman tersebut.
  3. Mendekatlah pada sumber kasih abadi dan sejati, yaitu kepada Allah saja. Tentunya dengan keterbatasan manusia, kadang kita kerap berada pada kondisi yang buruk dan membutuhkan kasih. Atau ketika kita berusaha mewujudkan kasih kepada orang lain dan mendapatkan penolakan tentu berdampak pada diri kita. Oleh sebab itu membangun hubungan pribadi dengan Allah secara terus-menerus sangat diperlukan, agar kasih yang Allah telah beri dalam diri kita dipenuhkan kembali.

Dengan memahami tiga poin di atas, maka Sobat Cengkir akan dimampukan mewujudkan komunitas kasih, di mana kasih Ilahi menjadi landasan dalam setiap pertemuan, kegiatan bahkan program.

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *