Mata Iman #396: NIHILISME

MATA IMAN #396
Kamis 29 April 2021

Bacaan: Pengkhotbah 1:1-18
Nas: Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. (ayat 2)

NIHILISME

Haruskah kita jadi pesimis? Untuk apa semua yang kita lakukan? Kan nanti semua akan berakhir, yang hidup akan mati dan terlupakan. Dari dulu ya hidup begitu-begitu saja: bangun, makan, bekerja, istirahat dan berulang terus. Apa pentingnya beriman atau meyakini sesuatu? Hanya satu yang pasti, hidup akan berakhir. Ibarat main catur, entah menjadi pion, benteng, kuda, menteri, ratu atau raja, nasibnya sama saja, hanya menunggu giliran ‘dimakan’ dan keluar dari papan. Jadi apa gunanya berusaha? After all, semua sia-sia, seperti kata Pengkhotbah.

Di dalam filsafat, ada aliran Nihilisme yang cukup terwakili dari cuplikan lirik lagu dari Linkin Park berikut ini:
I tried so hard and got so far
But in the end it doesn’t even matter
I had to fall to lose it all
But in the end it doesn’t even matter

Vita nostra brevis est (hidup kita singkat), seperti ada di lirik Gaudeamus Igitur; masih ingat lagu itu saat wisuda? Itulah pilihannya: menjadi berarti atau tidak usah sama sekali. Segala sesuatu adalah bagaikan uap. Itulah makna dari kata sia-sia dalam kitab Pengkhotbah. Segala sesuatu hanyalah sementara.

Sebelum semua berakhir, mengapa tidak kita menjalaninya dengan sukacita, iman serta rasa syukur dan memperjuangkan suatu tujuan yang berarti? Silahkan pilih, nyanyikan lirik putus asa tadi, atau dari kutipan penutup ini, yang menyadarkan kita bahwa hidup ini harus jadi berkat. (YOD)

==

Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
(Cipt. Pdt. Wilhelmus Latumahina)

 

———————————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34