Mata Iman #268: Layu

MATA IMAN #268
Jumat 18 Desember 2020

Bacaan: Kis 7:23-25
Nas: Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti (ayat 25)

LAYU

Beberapa waktu lalu, tepatnya di awal pandemi, seorang kawan mengirimkan satu pot tanaman mungil ke rumah. Hadiah itu menjadi ‘peliharaan’ baru saya selama masa pandemi. Ia terus bertumbuh hingga akhirnya merimbun. Itulah tanaman terakhir yang berhasil saya rawat. Setelah itu, saya mencoba menanam dari awal berbagai benih, yang semuanya berakhir dengan kegagalan. Setiap kali tunas baru tumbuh, ada harapan di hati; namun akhirnya semua layu tanpa jejak.

Tak terbayang rasanya jadi Musa yang dengan segala upaya merawat bangsanya, namun harus beroleh kekecewaan demi kekecewaan. Ia bekerja keras mengusahakan yang terbaik bagi bangsanya, tetapi selalu ada saja yang lolos. Ketika Musa meletakkan harapannya pada manusia atau situasi tertentu, ia pasti akan dikecewakan. Musa pun ekspresif mengungkapkan kekecewaannya pada Tuhan, dan dari sana belajar hanya fokus memandang Tuhan dan menerima hal-hal yang tidak bisa diubah.

Kenapa ada hal-hal yang Tuhan ijinkan gagal di hadapan mata kita, padahal kita tidak merasa melakukan hal yang salah? Mengapa ada hal-hal yang lolos dari sela-sela jari kita, meski sudah sedemikian kita berusaha menggenggamnya? Belajar untuk tetap memandang dan percaya pada Tuhan di tengah pusaran kekecewaan hidup, tidaklah mudah. Sama seperti Musa yang terus belajar sepanjang hidupnya, mari kita lanjutkan perjalanan kita juga, dengan terus mengarahkan hati padaNya dan mempercayai kehadiran-Nya di tengah gurun. (OLV)

Terkadang ada hal-hal yang Tuhan ijinkan layu di tangan kita saat ini.

———————-
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34