Mata Iman #267: Ketakutan Yang Wajar

MATA IMAN #267
Selasa 15 Desember 2020

Bacaan: Markus 4:35-41
Nas: Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.” (ayat 35)

KETAKUTAN YANG WAJAR

Seorang anak kecil menangis keras ketakutan karena tiba-tiba lampu padam. Melihat hal itu, sang ibu cepat-cepat merangkul putranya sambil berkata: “Jangan takut Nak, engkau bersama-sama dengan ibu.” Anak itu berhenti menangis, bukan karena lampunya menyala lagi, tetapi karena ia tahu, ia berada di tempat yang aman yaitu dalam rangkulan ibunya.

Sekalipun Yesus yang mengajak para murid bertolak ke seberang, sama sekali tidak menjamin bahwa mereka tidak menghadapi badai yang memang biasa terjadi. Sangat jelas dalam bacaan kita bahwa yang penting bukanlah besar atau kecilnya badai itu, tetapi apakah kita mempercayakan diri kepada yang kita percayai? Yesus menegur para murid karena ketakutan mereka. Sangat jelas mereka percaya bahwa Yesus dapat meneduhkan angin ribut itu, tetapi mereka tidak percaya Yesus mau melakukannya. Di sinilah dibutuhkan bukan hanya percaya, tetapi juga mempercayakan diri kepada yang dipercayai.

Di dalam hidup ini, takut adalah hal yang wajar. Siapakah yang tidak pernah merasa takut; entah itu berkaitan dengan ekonomi, pekerjaan atau mungkin calon teman hidup, dan lain-lain? Apalagi di saat pandemi COVID-19, adalah dusta kalau kita mengatakan bahwa kita tidak takut. Seorang penulis buku silat pernah mengatakan bahwa orang yang tidak pernah takut, tidak akan pernah maju. Namun, janganlah kita dikuasai oleh ketakutan itu. (AKE)

The only thing we have to fear is fear itself – Franklin Delano Roosevelt.

———————-
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *