Mau-Mu Apa Sih Tuhan?! (Tanya Jawab Jemaat GKI Kelapa Cengkir part 04)

GKI Kelapa Cengkir merayakan ulang tahunnya yang ke-20 pada 9 September 2020 lalu. Salah satu bentuk perayaan adalah Temu Kangen Pendeta GKI Kelapa Cengkir pada 10 September 2020 dengan bentuk bincang-bincang bersama pendeta yang sedang dan pernah melayani jemaat GKI Kelapa Cengkir dan menjawab pertanyaan. Dalam kesempatan tersebut, beberapa pertanyaan telah terjawab, dan ada beberapa pertanyaan yang dijawab melalui artikel ini.

Bagaimana cara mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita?

Kita perlu memahami bahwa Tuhan adalah Allah yang omniscience (Mahatahu), omnipotent (Mahakuasa) dan Omnipresent (Mahahadir). Dalam keterbatasan manusia untuk mengetahui masa depan, Tuhan lebih tahu hal yang terjadi pada kita, sesuai rancangan-Nya. Dalam kelemahan manusia untuk merancang segala sesuatu, Tuhan memiliki kekuatan untuk menolong kita. Dalam perjalanan spiritualitas kita yang bertanya akan segala sesuatu, Tuhan juga hadir menemani langkah kita.

Yesus Kristus pada perjamuan terakhir, memberikan perintah baru, sebuah perintah yang memperbaharui aturan-aturan keagamaan yang telah dirusak oleh Ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus menyampaikan:

(9) “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. (10) Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. (11) Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (12) Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. (13) Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (14) Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. (Yohanes 15:9-14)

Hal pertama yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita, adalah tinggal di dalam kasih-Nya. Berbagai ritus keagamaan, seperti menerima sakramen baptisan dan sakramen perjamuan kudus, mengikuti peribadatan dan kegiatan formal gerejawi, merupakan salah satu bentuk cara kita menerima dan tinggal di dalam kasih-Nya. Selain itu, kita perlu memberikan waktu khusus untuk berdoa dan bercakap bersama Tuhan, untuk memahami kasih-Nya yang ia berikan setiap waktu.

Hal kedua, yang Tuhan ingin dari kita ialah kita saling mengasihi. Tentu saling mengasihi tidak dibatasi oleh kondisi kita dan kedekatan kita. Kasih Kristus perlu kita bagikan kepada siapa pun, termasuk kepada sesama ciptaan  (Markus 16: 15)

Maka, bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan dalam setiap pilihan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari? Dalam setiap tindakan kita, baik di pekerjaan, pelayanan, studi, kehidupan bersosial, perlu dilandaskan dengan relasi kepada Tuhan dan sesama. Tuhan ingin setiap pilihan hidup kita membuat kita intim kepada Tuhan. Tuhan pun juga rindu setiap pilihan kita menjadi cara kita dalam membagikan kasih Tuhan melalui diri kita kepada sesama.

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *