Mata Iman #215: Duri Di Dalam Bandeng

MATA IMAN #215

Bacaan: Mazmur 16:1-11
Nas: Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. (ay 8).

DURI DI DALAM BANDENG

Ikan bandeng dianggap sebagai salah satu ikan yang paling gurih di dunia, namun yang menyebalkan adalah ikan bandeng mempunyai banyak duri. Jalan keluarnya yaitu dipresto sehingga durinya lunak, tetapi hal ini menjadikan dagingnya tidak segurih jika tidak dipresto. Kadang juga berbau tanah, yang sebenarnya disebabkan bakteri Cyanobacteria, yang menghasilkan geosmin. Hal ini sebetulnya gampang diatasi, yaitu diberi cuka atau air garam.

Duri ikan bandeng sebenarnya dapat menggambarkan kehidupan ini. Duri dapat diasosiasikan sebagai masalah di dalam kehidupan yang sering mengganggu kita untuk menikmati hidup ini. Daud sadar akan hal ini, sehingga dalam menjalani kehidupan, dia selalu memandang kepada Tuhan karena dia percaya bahwa Tuhan berdiri di sebelah kanannya dan menjagainya. Akibatnya, Daud tidak goyah menghadapi badai gelombang kehidupan yang senantiasa menghantamnya, mulai dari tatkala dia menjadi gembala sampai dengan dia menjadi raja. Walau hidup Daud penuh dengan onak duri tetapi dia tetap bersyukur yang dinyatakan di dalam nyanyian mazmurnya.

Oleh karena itu, tatkala kita asyik menikmati hidup yang merupakan anugerah Tuhan, kadang tertusuk duri masalah, maka jangan berfokus kepada duri tersebut. Namun, berfokuslah kepada “daging yang gurih” yaitu pengharapan hidup damai sejahtera bersama Tuhan. Dengan demikian kita akan dimampukan untuk senantiasa mensyukuri hidup yang “gurih” ini walau sesekali tertusuk duri. (ENO)

HADAPILAH HIDUP INI DENGAN TEGAR, JANGAN GENTAR. PERCAYALAH BAHWA TUHAN JAUH LEBIH AKBAR DARI MASALAH KITA YANG BESAR.

———————-
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34