Mata Iman #149: Ketika Jenuh Melanda

MATA IMAN #149

Bacaan: Kejadian 2:8-15
Nas: TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:15)

KETIKA JENUH MELANDA

Hari-hari ini kita banyak ‘menikmati’ tanggal merah, meski belum bebas liburan. Bagi saya, suasana pandemi, kondisi pekerjaan yang belum normal dan libur yang tidak terasa libur, cukup merongrong motivasi dan semangat kerja. Rasanya berat untuk bangun pagi, terpaku di laptop seharian dan diselingi berbagai meeting Zoom. Padahal saya sadar, di saat kondisi ekonomi yang kurang baik seperti ini, harusnya saya bersyukur masih memiliki pekerjaan.

Alangkah indahnya jika kita dapat bekerja dengan hati yang senantiasa antusias. Tampaknya kita perlu belajar dari Adam, nih. Kenapa bisa begitu? Dalam kitab Kejadian, kita belajar bahwa Tuhan menempatkan manusia di dunia untuk menjadi pekerja, bukan sekadar penikmat (ay. 15). Tuhan memberi Adam sarana untuk mengaktualisasikan dirinya lewat tugasnya mengelola Taman Eden. Sayang, setelah Adam jatuh ke dalam dosa, manusia harus berkeringat dalam bekerja (Kej. 3:17-19). Pekerjaan dapat menjadi beban yang berat dan rutinitas yang membosankan.

Bagaimana mengatasinya? Yang terutama, kita perlu menyadari keterlibatan Tuhan di dalam pekerjaan kita. Jika kita bekerja sekadar untuk mencari uang atau menyenangkan orang lain, kejenuhan gampang muncul. Ketika kita merasa hambar dalam bekerja, kemungkinan kita perlu mengubah perspektif kita: bahwa pekerjaan adalah kesempatan dan kehormatan dari Tuhan bagi kita untuk turut berkarya dalam kerajaan-Nya. Mungkin kita juga perlu memikirkan metode dan cara kerja yang baru dan kreatif untuk menghindari kejenuhan. (OLV)

PEKERJAAN SEMESTINYA BUKAN MENJADI SUMBER KEJENUHAN, MELAINKAN SUATU KEHORMATAN YANG MENDATANGKAN SUKACITA

———————————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by (081388901368)
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34