Mata Iman #128: Hidup Baru

MATA IMAN #128

Baca: Kejadian 50:15-21
Nas: Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya.” (Kejadian 50:15)

HIDUP BARU

Seorang teman saya mendadak mogok bergereja. Alasannya? Ternyata ia kecewa melihat anggota keluarganya yang paling rajin ke gereja. “Heran, rajin mengikuti ibadah, tapi sehari-hari di rumah mengeluh dan khawatir terus akan hidupnya. Nggak ada bedanya ke gereja atau tidak.” Kerajinannya bergereja nyatanya tak berdampak dalam kesehariannya.

Hal serupa bisa kita lihat pada saudara-saudara Yusuf. Telah bertahun-tahun lamanya Yusuf mengucapkan pengampunan, telah sekian lama mereka merasakan pemeliharaan Yusuf di tanah terbaik Mesir lengkap dengan berbagai fasilitas…ternyata semua itu tidak benar-benar mengubahkan mereka. Kakak-kakak Yusuf masih memandang diri mereka sebagai penindas yang culas, yang menjual adiknya menjadi budak. Maka tak heran jika setelah Yakub meninggal, mereka kembali hidup dalam ketakutan. Mereka cemas kalau-kalau Yusuf, setelah sang ayah meninggal, berbalik menuntut balas pada mereka.

Perjumpaan dengan Tuhan dimaksudkan untuk mengubahkan diri kita. Kita menanggalkan manusia lama, dan mengenakan manusia baru, hidup dalam gaya hidup yang baru. Selanjutnya, hidup baru ini semestinya dirasakan dampaknya oleh orang-orang terdekat. Ketika kita menerima anugerah pengampunan Tuhan dengan segenap iman percaya, seharusnya kita meninggalkan manusia lama yang hidup dalam ketakutan dan kecemasan. Mari kita menghayati kembali identitas kita sebagai umat yang telah ditebus dan terus bertumbuh dalam kasih karunia-Nya. (OLV)

HIDUPLAH SUNGGUH-SUNGGUH SEBAGAI ORANG YANG TELAH MENERIMA PENEBUSAN TUHAN

———————————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by (081388901368)
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *