Self-Love, Mari Berbicara tentang Insecurity

Insecure atau ragu adalah sebuah upaya dari adanya emosi yang terjadi apabila kita menjadi seseorang yang inferior dari orang lain. Insecurity atau keraguan adalah kondisi ketika seseorang dipenuhi rasa keraguan atas dirinya sendiri dan merasa tidak percaya diri. Dalam diri manusia selalu ada bagian yang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri hingga membuatnya meragukan eksistensinya sendiri. Hal ini menyebabkan seseorang menghakimi diri sendiri secara berlebihan. Menganggap bahwa mereka adalah sebuah kegagalan.

Kalau kamu sering merasakan itu, kamu harus ubah mindset-mu sebelum terlambat. Fokuslah pada dirimu sendiri. Apa yang kamu butuhkan untukmu sendiri, bukan apa yang kamu inginkan karena orang lain memilikinya. Tentukanlah batasan diri, tolak yang menurutmu merugikan untukmu. Jagalah diri dari situasi dan kondisi yang mengancam kesehatan mentalmu. Dan juga, coba untuk melihat sisi positif dari segala kekurangan.

Selain itu, mengurangi kritik pada diri sendiri juga diperlukan. Sadari ketika kamu mulai menghakimi diri sendiri. Jangan marahi diri sendiri. Kasihi dan sayangi bagian dirimu yang masih mengkritisi diri sendiri itu, coba berikan pemahaman kalau tidak apa jika keadaan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Perbanyaklah perkataan positif untuk diri sendiri. Perkataan positif itu berupa kalimat-kalimat yang memang kamu butuhkan. Bisa berupa keinginanmu atau hal-hal yang kamu percayai. Ulang terus kalimat-kalimat itu saat kamu merasa pikiran negatif mulai merasuki.

Mencintai diri sendiri atau Self-Love adalah hasil yang akan kamu dapatkan saat sudah berhasil keluar dari pikiran negatif yang selalu menghantui.. Mencintai diri sendiri artinya bertanggung jawab atas diri sendiri dan mengerti apapun yang dialami merupakan pilihan hidup. Kamu bisa disebut mencintai diri sendiri saat dapat melakukan semua aktivitas dengan hati yang tulus tanpa egoisme.

Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya. Bagaimana caranya menjaga kesehatan mental?

Salah satunya adalah dengan berbagi cerita dengan orang yang kamu percaya. Dengan bercerita, kamu akan mengangkat beban berat dari pikiranmu dan membuatmu lebih lega. Selain itu, self-care atau perawatan diri juga bisa membantumu menjaga kesehatan mental. Melakukan aktifitas yang kamu sukai atau hobi seperti membaca, mendengarkan musik, melukis, dan lainnya adalah salah satu bentuk self-care. Bersosialisasi, melakukan kegiatan yang positif, dan me-time juga bisa kamu jadikan sebagai kegiatan self-care.

Salah satu yang penting juga adalah buat sebuah safety plan. Apa itu safety plan? Safety plan adalah sebuah rencana berisi daftar hal-hal yang dapat membantu kamu keluar dari situasi yang mengganggumu. Daftar tersebut berisi hal-hal yang memicu emosimu, caramu mengatasi stress, tujuan hidupmu, teman dan keluarga yang kamu percaya, tempat-tempat favorit, kontak darurat, dan ahli kesehatan mental. Ahli kesehatan mental sendiri biasanya bisa ditemukan di pusat kesehatan terdekat, rumah sakit, kantor konsultasi mental, aplikasi online, dan lainnya.

Selain kesehatan mental, menjaga kesehatan fisik juga perlu diperhatikan. Seperti ungkapan “Mens sana in corpero sano”, “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Menjaga kesehatan fisik juga dapat mempengaruhi kesehatan mental. Perhatikan makanan yang kamu makan, kualitas tidur, dan olahraga adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan fisik.

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34