Mata Iman #35: Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku

MATA IMAN #35

Bacaan: Mazmur 103: 1-14

Nas: Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (ayat 2)

PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKU!

Santi stres. Suaminya kena PHK. Padahal selama ini mereka menyambung hidup hanya dengan mengandalkan penghasilan tiap bulan. Hasil diskusi suami-isteri, diputuskan untuk membuka katering kecil-kecilan. Karena tak mungkin hanya berpangku tangan. Sebelum pesangon terlanjur habis, harus ada usaha yang dirintis.

Sinta stres. Demi menjaga kesehatan keluarganya, ia terpaksa meliburkan sementara ART yang sudah lima tahun bekerja paruh waktu. Sinta jarang ke dapur. Biasanya tahu beres, karena ART-nya pintar memasak. Sinta semakin stres ketika anak-anaknya hampir selalu bertanya, “Untuk siang nanti, menunya apa?” Padahal makan pagi baru saja usai.

Hari ini Daud mengajak kita untuk tidak melupakan kebaikan Tuhan. Untuk terus memuji nama-Nya yang kudus. Bukan hanya dengan mulut dan bibir saja, namun dengan segenap batin dan jiwa. Daud juga pernah dilanda depresi berat. Namun ia tetap memelihara persekutuan dengan Tuhan secara akrab dan dekat. Ia merasakan pengampunan, kesembuhan dan penebusan. Ia mengalami kasih setia Tuhan yang berlimpah tak berkesudahan.

Mungkin stres yang kita alami lebih besar dari Sinta dan Santi. Sehingga membuat ingatan seakan lumpuh untuk bisa mengenang kembali kebaikan Tuhan selama ini. Mari belajar dari Daud. Mari katakan kepada batin kita, jiwa kita, untuk tetap memuji Tuhan. Tak masalah jika air mata mengalir deras saat jiwa kita berseru; karena Tuhan selalu ingat bahwa kita ini debu, dan Dia sangat mengenal hatimu dan hatiku. (SLS)

JIWA YANG BERSERU MEMUJI TUHAN AKAN MENGUATKAN KITA SAAT SEDANG MENANGGUNG BEBAN

———————————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by (081388901368)
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34