Sahabat yang Memulihkan

Kisah Para Rasul 9:1-20; Mazmur 30; Wahyu 5:11-14; Yohanes 21:1-19

Di dalam Kisah Saulus dan Ananias yang diceritakan oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul 9,nmemperlihatkan kepada kita tentang dua pemulihan relasi. Yang pertama yaitu Sang Sahabat itu memulihkan relasi Saulus dengan Yesus yang selama ini dianiaya. Yang kedua yaitu relasi Ananias dengan Saulus yang selama ini mengejar-ngejar pengikut Yesus. Baik Saulus maupun Ananias memiliki pemahaman yang kuat sehingga pemahaman ini yang mendasari sikap mereka. Kristus menyapa mereka secara pribadi dan menolong mereka untuk memiliki pemahaman yang benar. Saulus dijumpai Kristus agar memiliki pemahaman yang benar dengan pernyataan-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Sedangkan Ananias diberi pengertian tentang Saulus: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Kristus juga memulihkan murid-murid-Nya dan secara khusus kepada Petrus yang baru saja menyangkali-Nya. Perjumpaan ini sangat penting bagi murid-murid-Nya agar mereka sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus sungguh bangkit dan hidup. Pengalaman mereka menjala ikan dan mendapatkan sejumlah besar ikan mengingatkan mereka pada peristiwa sebelum Tuhan Yesus mati di kayu salib. Secara khusus Kristus, Sang Sahabat memulihkan iman dan kasih Petrus kepada-Nya. Pengalaman Petrus menyangkali Tuhan Yesus sebanyak tiga kali telah menghancurkan hatinya sehingga perjumpaan ini amatlah penting untuk memulihkan kasih Petrus kepada Kristus. Perjumpaan itu juga meneguhkan Petrus bahwa Kristus menerimanya kembali dan mengutusnya untuk menjadi gembala bagi domba-domba-Nya.

Kristus Sang Sahabat kiranya memulihkan kita seperti Mazmur 30 dan Wahyu 5, karena Dialah yang layak menerima segala pujian dan kemuliaan.
Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.
“Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat,
dan kekuatan, leg workout exercises dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”

(EUP, 05-05-2019)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *