Manusia yang Membarui Diri

(Yesaya 11:1-10 ; Mazmur 72:1-7, 18-19 ; Roma 15:4-13 ; Matius 3:1-12)

Memasuki Minggu Adven II ini, umat diajak untuk sekali lagi menghayati apa yang sesungguhnya menjadi semangat utama dari gerakan reformasi gereja dengan semboyan “Ecclesia Reformata Semper Reformanda” yang berarti, “Gereja yang telah direformasi adalah gereja yang harus terus menerus diperbaharui.” Dari manakah pembaruan itu berasal? Tuhan menyatakan firmanNya kepada manusia. Firman Tuhan itu berkuasa untuk memperbarui manusia. Pembaruan tersebut bukanlah proses yang sekali jadi, tetapi berlangsung terus menerus.

Sebagaimana tertulis dalam surat Kolose 3:10 “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” Oleh karena itu, perenungan pada Minggu Adven II ini mengajak umat untuk menantikan secara aktif kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus dengan hidup dalam pertobatan.

Bertobat berarti berbalik arah dari seteru Allah menjadi sekutu Allah. Itulah pembaruan hidup yang radikal sebagai wujud nyata kesiapan kita dalam menyongsong kedatangan Kristus kembali. Marilah kita memasuki Adven II ini dengan bersedia diperbarui oleh Tuhan dan menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Marilah kita terbuka terhadap Firman Allah yang berkuasa untuk mengoreksi dan membarui karakter kita.

(CTG, 08.12.2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *